Purnama Telanjang

by diondi on April 8, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Purnama bergayut di ranting resah

pias tertahan dahan kehidupan

lelah menanti dalam gelinjang gelisah

tak tahu lagi bagaimana harus bertahan

menggigil terusik anginmendera

terpelanting ke ilalang gersang

tertusuk duri-duri kenikmatan

berdarah menanti mentari menjelang

Similar Posts:

    Bunga Kertas by WebAdmin (1 comments)
    Warna warni mencolok mata kau hadirkan Tapi terkadang warna mu pucat pias tak berdarah Padahal mahko …
    bias lamunku by banditoz (0 comments)
    kudengar suara air gemercik kubau pohon cemara yang wangi disaat itu temenung diam menatap rasa jant …
    Mengawali Maret by Johannes Sugianto (1 comments)
    kau tahu aku sedang bersembunyi di balik tawa yang berdetak yang disebut senang merebak di situ aku …
    Dia? ataukah aku? by WebAdmin (0 comments)
    Pagi ini ku becermin Menatap gelapnya dia Menatap sedihnya dia Dalam balutan beban Senyum yang terlo …
    Cinta Yang Aku Punya… by lembayung (0 comments)
    Jauh anganku mengembara menyisir dan mencari sesuatu yang kudamba tuk menuai mahligai bahagia, seben …
    Nikah Ilalang by katjha (0 comments)
    Bertaut dalam semak padang rawan rona tipis fatamorgana, sederet rumput-rumput kuning setengah keri …
    SENANDUNG LADANG JAGUNG by Karuna (1 comments)
    (ketika sia-sia aku mengusir wajahmu dari bilikku yang pengap) Dalam desah angin lembah yang kering, …
    Sendiri by Galang (0 comments)
    Disini kududuk sendiri menanti pagi yang tak pernah mati Terkenang…bayang wajahmu Terlelap di bawa …
    Maple by prince-adi (2 comments)
    Maple Itu (Bukan) Merah, Putri Bukan sakura yang bermekaran lalu berguguran dari musim semi ke musi …
    Menanti Hujan by Kiki Febriyanti (0 comments)
    bertanyalah kepada sang peramal cuaca kabarnya hujan kenapa ia tak juga datang membasahi gersang han …

{ 1 comment… read it below or add one }

katjha May 10, 2008 at 1:04 am

woii puitis juga …. aku mengangkat topi tuk sang penulis

Leave a Comment



Previous post:

Next post: