PAGI INI KETIKA,

by Karuna on April 8, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

pagi ini ketika aku telanjang
tiba-tiba aku ingin sekali menjadi koran
:
yang datang setiap pagi tanpa permisi
yang bisa banyak bicara tanpa harus berucap

Similar Posts:

    Aku diantara mereka by WebAdmin (4 comments)
    Ketika mereka berbicara tentang cinta, Aku hanya bisa diam membisu Ketika mereka bicara tentang kese …
    Kenapa (sadarkah) by Diggini (1 comments)
    Ketika musibah itu tiba ………. Bawah sadarku berkata.. dan bertanya. Apakah ini nyata…….. te …
    Pagi Sang Surya by Diggini (0 comments)
    Manakala warna di ufuk timur memerah pertanda sang Fajar tiba ………… dengan gagah menghantarka …
    Pagi Sang Surya by Diggini (0 comments)
    Manakala warna di ufuk timur memerah pertanda sang Fajar tiba ………… dengan gagah menghantarka …
    Aku Ingin Sekali Lagi by camane (0 comments)
    Aku ingin sekali lagi menjadi makmum sholatmu mengamini setiap Alftihahmu meyimak setiap lafaz ayatm …
    BIRU 4 by meadow (0 comments)
    BIRU 4 Apa maksudmu dengan terjaga dari mimpi Apa maksudmu dengan sekarang Dan nanti bila esok menye …
    Bermain-main dengan Maut by autumnprintemps (0 comments)
    Tak tahu kapan datang Tapi selalu bermain dengannya Tak tahu kapan menjelang Tapi selalu mencari ala …
    Ketika Mata Ketemu Mata by WebAdmin (2 comments)
    KETIKA MATA KETEMU MATA (Puisi III dari Tiga Puisi) 1/ Aku turun dari angkot, masuk ke dalam komplek …
    SENANDUNG LADANG JAGUNG by Karuna (1 comments)
    (ketika sia-sia aku mengusir wajahmu dari bilikku yang pengap) Dalam desah angin lembah yang kering, …
    TENTANGMU by WebAdmin (4 comments)
    Ketika itu kau hadir tiba ? tiba Mengisi ruang hatiku Kau hiasi hari ?hariku dengan senyummu Dengan …

Last 5 posts by Karuna

{ 1 comment… read it below or add one }

katjha May 5, 2008 at 11:45 pm

ouhh …. puisinya ekspresif, permainan bahasanya bagus. tapi kalau untuk puisi pendek kontemplasi maknanya perlu dieksplorasi lagi. ….
/salam kasih semesta.

Leave a Comment



Previous post:

Next post: