April 29, 2008
Angin sepoi berlalu dari kepakan sayap, dibalik awan putih yang pudar pada birunya langit dan kilau cahaya mentari. Rajawali memekik di angkasa, menyapa tebing dan bukit-bukit bagai sapaan kemanusiaan yang kini sepi, terasing dan dilupakan orang. Sayap-sayap Rajawali menempuh badai di atas padang ini, membersitkan sebuah pelampauan angan manusiawi yang kerdil. Diatas angin engkau pekikkan [...]
Read the full article →
April 29, 2008
wahai kaum hawa berhati-hatilah, mereka kini punya senjata rahasia yang siap dibidikkan ketika kau lengah dengan mata pongah melihatmu seperti wanita butuh penunggang lalu mengenyahkanmu saat kau tak lagi merangsang wahai kaum hawa berhati-hatilah, mereka dengan binal menelanjangi dalam-dalam menipumu habis-habisan lalu engkaupun tinggal kebun yang gersang…. wahai kaum hawa berhati-hatilah…
Read the full article →