Archive for April, 2008

Buah Hati

geram si bocah pada khayalnya
merengek campakan tangis dalam kelambu
bangun berlari lalu terjatuh minta dibeli
menyusut merangkul lutut di depan bale

pagi cerah menunggu teman sebaya
mengukur kebun buat mainan dari bambu
tertawa haha! sambil semua bertingkah geli
merambat senang gembira sampai tibanya sore

‘Aduh emak’ si bocah terlambat takut ditanya
menggoda bercerita ada si gila mencuri jambu
berbohong tentang hari karena takut dimarahi
emak pergi tahu kenapa si bocah terus mengoceh

pulang magrib lampu lampu sudah menyala
pergi mandi lalu menyantap semangkuk sayur labu
‘emak!’ hari ini Zuhrie tidak berkelahi
‘emak’ hari ini Zuhrie tidak bermain becek

wizurai

Popularity: 3% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

GO AMUCK

Tak kenal diri ketika angkara
Tertunduk malu kubaca aksara
Keluh kesah dan dendam bergelora
Kutimang gelisah di tumpukan lara
‘Membara’

Berilah lantunan walau nada resah
Biar tersenyum hati yang marah
Bagai bola api di langit berwarna merah
Siap menghujam kencang menumbuk tanah
‘Amarah’

Aku ingin memecah semesta
Padamkan matahari sampai jiwa gelap gulita
Hentakan kaki sampai gunung gunung rata
Miliki bintang timur sampai mataku buta
‘Meminta’

Cengkram dadaku!
Akan kuamuk semesta di setiap penjuru

Padamkan marahku!
Akan kuamuk semesta lintasi waktu

Dinginkan hatiku!
Akan kurobek langit yang masih biru

Blarrrr!!!
Kuhantam dinding galaksi sampai ‘bergetar’

Tak perduli batu batu jagat hujani kepala
Tak perduli pula apa kata maki sang kala

Byurrr!!!
Melompat ke tengah samudra sampai ‘tercebur’

Menyelam ke batas mengubur jiwa yang kalap
Dalam, dalam, aku ingin dasar yang paling gelap

Marah pada diri sendiri
Lalu kuluapkan pada dunia
Biarkan aku di batas, sendiri
Lalu kulupakan saja semua

Wizurai

Popularity: 7% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...

Bukan Tentang Cinta

Suara suara binatang malam
Menambah khusyu kubaca kalam
Mencari arti hidup
Saat nur Ilahi kian meredup

Hidupku mencari mati
atau bergelimang harta dalam peti
Nista
Dan binasa

Terbang di atas derita dalam jiwa
Lalu melayang mengawang kecewa
Bersujud
tanpa wujud

Ya Rabbi,
Ya Rabbi,
Jengah di tengah aku yang lengah
Dendam dipadam kau yang menggenggam

Kuharap nur
Untuk ikuti jiwa jiwa yg tlah gugur
Biar nanti binasa
Matiku tak hanya bawa dosa

Menggila dalam liang lahat
Terkubur bersama beribu ribu subuhat
Dalam agama menjadi jahil
Dalam harta dan nyawa terlebih bakhil

Genggam hatiku dalam Din-Mu
Sertakan ragaku dalam rencana-Mu
Jadikan hamba manusia penuh syukur
Tundukan jiwa bersujud dan tersungkur

Biar kugali sukma
Biar kemenangan yang menggema
Beri hamba pembeda
Dari fitnah yang tak kunjung reda

Berilah hamba kesempatan;
Tunjukilah jalan kebaikan;

Wizurai

Popularity: 12% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.2 out of 5)
Loading ... Loading ...

Terbuang cinta

Aku terhempas lagi
Aku terkapar tak berdaya
Sekali lagi aku dikalahkan oleh keadaan

Harapan yang aku pakai lepas lagi
Menjauh karena ada batas yang tak lagi bisa dilampaui
Mempertahankan cinta usang terasa menyakitkan
Walau tak mau lagi aku genggam tapi tak akan bisa kubuang

Kenapa selalu aku yang kalah
Kenapa tak bisa kurebut bahagia itu
Terlalu kerdilkah hidupku sehingga dia selalu menjauh
Terlalu ringankah ini sehingga menjadi mudah terbang

Tak lagi bisa aku berpikir
Semua yang ada begitu hambar
Tak akan ada lagi sentuhan indah itu
Tak akan ada lagi pelukan hangat itu
Tak akan ada lagi tatapan kasih itu
Tak akan ada lagi …

Dia terlalu jauh untuk kuraih
Dia telah berikrar untuk seseorang
Ikrar yang tak akan dibuat lagi

Aku dibelenggu tak bisa pergi
Aku berteriak tak didengar
Karena tak ada suara yang keluar
Aku cinta dia …….

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kepada Sayap-sayap Rajawali

Angin sepoi berlalu dari kepakan sayap,

dibalik awan putih yang pudar pada birunya langit dan

kilau cahaya mentari.

Rajawali memekik di angkasa,

menyapa tebing dan bukit-bukit

bagai sapaan kemanusiaan yang kini sepi,

terasing dan dilupakan orang.

Sayap-sayap Rajawali menempuh badai di atas padang ini,

membersitkan sebuah pelampauan angan manusiawi yang kerdil.

Diatas angin engkau pekikkan sebuah gelora nurani untuk mencari pertambatannya

yang sempurna.

sayap-sayap Rajawali, engkau katakan padaku “di sana masih ada mercusuar,

deretan tebing dan bukit-bukit kebebasan yang menjulang”

Sesaat lewat mataku yang mulai redup,

kutangkap sebuah jalinan inspirasi merah

yang mengubah kepakan sayapmu

menjadi butir-butir kata yang dapat mengubah hidup.

terbanglah rajawali, diatas padang bunga-bunga harapan,

kabarkan padanya sebuah bentang harapan itu disana

setelah cakrawalamu terlampaui.

Kepada aku dan mereka ……

(April 2008/Persembahan kepada Retno Iswandari)

Popularity: 3% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...