Mazhab cinta

by wizurai on March 26, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 4.70 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata
begitulah cinta,

menempuh gelombang adiwarna
bagai cemeti bergelatar di dada
begitulah cinta,

menempuh puncak puncak dosa
bagai jamuan yang datang dari surga
begitulah cinta,

wahai layla,
jadilah bumi dan aku matahari
kemudian diam dan berhenti

biarkan matahari yg mengitari bumi
karena aku bersaksi bahwa bumi adalah pusat semesta
bukan perkataan dungu yg berbicara matahari sebagai pusat semesta

kata ibrahim pada namrudz
terbitkanlah matahari dari barat
tak mungkin matahari diam

matahari tak dapatkan bulan
malam tak dahului siang
tak mungkin matahari diam

Eli katakan dalam kalam
Eli takdirkan mereka miliki garis edar
mungkinkah matahari diam?

wahai layla,
jadilah matahari dan aku bumi
rasuki amarah dan diamlah

wahai layla
jangan ragukan cintaku pada layla
tapi boleh kau ragukan cintaku pada Dia

wahai layla,
dirimu lebih dari secawan arak
biar, biar, biar kuanggap ini nira

ragaku hitam dan kini dihuni setan
meminta tumbal jiwa jiwa yg haus
melahap dosa dengan rakus

begitulah cinta……

ku tukar darussalam dengan layla
kubenamkan diri dalam dosa

begitulah cinta……

biar darussalam menjadi milik yang lain
tapi jangan jadikan cinta ini milik yg lain

begitulah cinta…….

ingin dicintai-Nya
tapi kuberikan cintaku pada layla

kuminta kasih-Nya
tapi kuberikan kasihku pada layla

jiwaku kosong tanpa layla
tapi pesta pora tak ada Dia di dada

cintaku nisbi
matikan syaraf dari rambut sampai ke jari kaki

ku pilih rasa rindu yg menyesakan dada
bukan rasa rindu yg menenangkan jiwa

kupilih rasa gelisah karena takut kehilangan layla
bukan gelisah memikirkan kumiliki neraka atau syurga

kupilih rasa amarah karena diabaikan layla
bukan amarah karena hidup tak sesuai dengan rencana sang pencipta

begitulah cinta……

bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata

Similar Posts:

    Cinta Sang Nabi by Hamdani (1 comments)
    Allah dan malaikatnya bershalawat untukMu, empat alam dan penghuninya jatuh hati padaMu, Kau, penghu …
    Cinta sejati by WebAdmin (3 comments)
    Aku ingin lari dari keputusasaan ini lepas dari cengkeraman keraguan dan berusaha kuat dengan ketida …
    Pupus by ekonuryadi (0 comments)
    Kemana kan kubawa suara hati ini..? Sedu sedannya tertahan di relung jiwa Dimana kan ku tancapkan ke …
    kepadamu pencuri hatiku by puisi.indonezia.net (1 comments)
    kepadamu wahai pencuri cintaku// kemanapun kau lari, kemanapun kau bersembunyi; kukatakan kepadamu p …
    Tsunami Cinta… by chras dini sabewa (0 comments)
    tsunami cinta itulah yang dirasakan para pecinta seperti cinta yang dirasakan romeo pada juliet dan …
    IBU by WebAdmin (42 comments)
    Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia. Dan “Ibuku” merupakan sebut …
    Khabarkan Cintaku by Pencinta_Sejati (0 comments)
    Selalu ku ukir kata cinta di dalam hatimu Bahwa cintaku suci untukmu Bawalah diriku selalu didalam m …
    Bukan Tentang Cinta by wizurai (3 comments)
    Suara suara binatang malam Menambah khusyu kubaca kalam Mencari arti hidup Saat nur Ilahi kian mered …
    Diam… by sexymale (0 comments)
    Diam, Termenung, dan Diam Memandang kelamnya malam Memandang taburan bintang di angkasa Melihat baya …
    Pemulung Kata by WebAdmin (0 comments)
    Melepas kata-kata hingga membumbung tinggi ke udara cair…dibakar mentari hingga menjadi serpihan-ser …

Last 5 posts by wizurai

{ 4 comments… read them below or add one }

Ersis Warmansyah Abbas March 26, 2008 at 10:33 pm

matahari tak dapatkan bulan
malam tak dahului siang
tak mungkin matahari diam

angga666 April 4, 2008 at 11:20 am

just 1 say, MAAAAAANNNNNTTTTTTAAAAAAAAP. Great job,great poem

Kepala Batu April 5, 2008 at 1:26 am

BINTANG LIMA TUK KARYA ANDA BUNG…!!!!!

wizurai April 18, 2008 at 2:43 pm

Trim’s atas semua apresiasinya.

Sebenarnya ada kalimat yang salah dan lupa untuk diedit.

wahai layla,
jadilah matahari dan aku bumi
rasuki amarah dan diamlah

seharusnya….

wahai layla,
jadilah bumi dan aku matahari
rasuki amarah dan diamlah

Leave a Comment



Previous post:

Next post: