Kau Mentari Hatiku


Puisi ini ditulis oleh pada
24 March 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.25 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Saat ini mentari kembali bersinar,
menebar sinarnya dengan hangat.
Kebekuan ini luluh perlahan tapi pasti,
oleh kehangatan mentariku.
Kuberharap jangan ada bulan yg akan menutupi sinarnya,
tak ingin kebekuan datang lagi.
Kau mentari hatiku,
semoga sinarmu abadi hingga ajal tiba.

by bs, Feb 3 ’08 8:13PM at BSD St. 4 my lv

Torehan puisi-puisi lainya :

    Tinggalah Aku by Pratama Arjuna (0 comments)
    ketika ku buka mata di awal hari ta kurasa percik embunmu lagi untuk sejukkan mata hatiku ketika ku …

    Hariku by Pratama Arjuna (0 comments)
    ketika ku buka mata di awal hari ta kurasa percik embunmu lagi untuk sejukkan mata hatiku ketika ku …

    masih menantikanmu by WebAdmin (7 comments)
    selama ku masih bernafas, hingga mataku tertutup untuk selamanya kan ku tunggu dirimu di tempat yang …

    Kobar Bunga Dalam Senja by omegachaos (0 comments)
    Pernahkah mencinta api? Yang kobarnya memerahkan senja Perciknya menggubah hangat Namun tiada pernah …

    HOopLaaa… by Clare (0 comments)
    ingin lihat keajaiban…? Sinar datang menembus celah.. Yang tak ada… HOPLA…!!! Terang benderang …

    Sayap patah by Wimfi Three hady Irawan (3 comments)
    Sayap2 aku yang patah… Aku bentangkan dengan jiwa terluka kucoba paksakan namun angin begitu kuat. …

    Puisi bumi kepada matahari by WebAdmin (0 comments)
    Hey mentari pagi…mengapa kau bersembunyi di balik awan hitam? Apakah kau tidak tahu aku merindukan …

    Bermain-main dengan Maut by autumnprintemps (0 comments)
    Tak tahu kapan datang Tapi selalu bermain dengannya Tak tahu kapan menjelang Tapi selalu mencari ala …

    Romantisme Hujan by WebAdmin (0 comments)
    Mendekatlah sebentar… Hujan memenjarakan rasa dalam gigil Angin meronakan puitika atas tiap tetesn …

    Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum by katjha (0 comments)
    Kala itu waktu pagi yang remang dan masih berselimut kabut. sebuah penggunungan yang sepi dengan keb …

Tags: , , , , , ,

Category: Cinta

Leave a Reply