Sajak Pertemuan Mahasiswa


Puisi ini ditulis oleh pada
19 March 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.63 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit
melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan

lalu kini ia dua penggalah tingginya
dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini
memeriksa keadaan

kita bertanya :
kenapa maksud baik tidak selalu berguna
kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga
orang berkata : “kami ada maksud baik”
dan kita bertanya : “maksud baik untuk siapa ?”

ya !
ada yang jaya, ada yang terhina
ada yang bersenjata, ada yang terluka
ada yang duduk, ada yang diduduki
ada yang berlimpah, ada yang terkuras
dan kita disini bertanya :
“maksud baik saudara untuk siapa ?
saudara berdiri di pihak yang mana ?”

kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
tanah – tanah di gunung telah dimiliki orang – orang kota
perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja
alat – alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya

tentu, kita bertanya :
“lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”
sekarang matahari semakin tinggi
lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala
dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
ilmu – ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?

sebentar lagi matahari akan tenggelam
malam akan tiba
cicak – cicak berbunyi di tembok
dan rembulan berlayar
tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda
akan hidup di dalam mimpi
akan tumbuh di kebon belakang

dan esok hari
matahari akan terbit kembali
sementara hari baru menjelma
pertanyaan – pertanyaan kita menjadi hutan
atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra

di bawah matahari ini kita bertanya :
ada yang menangis, ada yang mendera
ada yang habis, ada yang mengikis
dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !

RENDRA
(jakarta, 1 desember 1977)

* Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa universitas indonesia di jakarta dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “yang muda yang bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya

* Dari kumpulan puisi “potret pembangunan dalam puisi” (pustaka jaya – 1996)

Torehan puisi-puisi lainya :

    Kenapa (sadarkah) by Diggini (1 comments)
    Ketika musibah itu tiba ………. Bawah sadarku berkata.. dan bertanya. Apakah ini nyata…….. te …

    Ketika Mata Ketemu Mata by WebAdmin (2 comments)
    KETIKA MATA KETEMU MATA (Puisi III dari Tiga Puisi) 1/ Aku turun dari angkot, masuk ke dalam komplek …

    ESOK NANTI (kesandung mendung bag.2) by wizurai (1 comments)
    Baca sajak sebelumnya, ‘Buah hati (kesandung mendung bag.1)’ Bocah berulah datang menodong Tagih jan …

    TANYA SANG ANAK by WebAdmin (2 comments)
    Konon pada suatu desa terpencil Terdapat sebuah keluarga Terdiri dari sang ayah dan ibu Serta seoran …

    Untuk Apa Puisi Ini by irsyad.zaki (14 comments)
    Puisi ini, untuk apa harus tercipta. jika ibu-bapak di rumah masih saja membakar diri di bawah pana …

    Liontin Bergambar Kepala Anjing by katjha (0 comments)
    Bukan kata atau sebuah janji dan biarlah semua yang akan datang, terjadi bukan karena kata, janji da …

    Kayu-kayu Patah by Bradley Setiyadi (4 comments)
    Hijau terhampar Hasilkan udara segar Tanah gembur penghasil kehidupan Satwa liar bebas berkeliaran T …

    Hutan yang Hilang by WebAdmin (2 comments)
    Hijau terhampar Hasilkan udara segar Tanah gembur penghasil kehidupan Satwa liar bebas berkeliaran T …

    BIRU 3 by meadow (0 comments)
    Aku yakin kau setuju Seperti semuanya di tempat ini Di hadapan dinding-dinding ini Di sela deru nafa …

    tanda tanya by erwin karizky (0 comments)
    tersirat ukiran sebuah kenyataan terukir siratan sebuah keberadaan menyingkirkan sbuah keyakinan men …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: W S Rendra

Leave a Reply