Ma, nyamperin matahari dari satu sisi.
Memandang wajahmu dari segenap jurusan.
Aku menyaksikan zaman berjalan kalang-kabutan.
Aku melihat waktu melaju melanda masyarakatku.
Aku merindui wajahmu.
Dan aku melihat wajah-wajah berdarah para mahasiswa.
Kampus telah diserbu mobil berlapis baja.
Kata-kata telah dilawan dengan senjata.
Aku muak dengan gaya keamanan semacam ini.
Kenapa keamanan justeru menciptakan ketakutan dan ketegangan.
Sumber keamanan seharusnya hukum dan akal sihat.
Keamanan yang berdasarkan senjata dan kekuasaan adalah penindasan.
Suatu malam aku mandi di lautan.
Sepi menjadi kaca.
Bunga-bungaan yang ajaib bertebaran di langit.
Aku inginkan kamu, tetapi kamu tidak ada.
Sepi menjadi kaca.
Apa yang bisa dilakukan oleh penyair
Bila setiap kata telah dilawan dengan kekuasaan?
Udara penuh rasa curiga.
Tegur sapa tanpa jaminan.
Air lautan berkilat-kilat.
Suara lautan adalah suara kesepian
Dan lalu muncul wajahmu.
Kamu menjadi makna.
Makna menjadi harapan.
… Sebenarnya apakah harapan?
Harapan adalah karena aku akan membelai rambutmu.
Harapan adalah karena aku akan tetap menulis sajak.
Harapan adalah karena aku akan melakukan sesuatu.
Aku tertawa, Ma!
Angin menyapu rambutku.
Aku terkenang kepada apa yang telah terjadi.
Sepuluh tahun aku berjalan tanpa tidur.
*Punggungku karatan aku seret dari warung ke warung.
Perutku sobek di jalan raya yang lenggang…
Tidak. Aku tidak sedih dan kesepian.
Aku menulis sajak di bordes kereta api.
Aku bertualang di dalam udara yang berdebu.
Dengan berteman anjing-anjing geladak dan kucing-kucing liar,
Aku bernyanyi menikmati hidup yang kelabu.
Lalu muncullah kamu,
Nongol dari perut matahari bunting,
Jam dua belas seperempat siang.
Aku terkesima.
Aku disergap kejadian tak terduga.
Rahmatku turun bagai hujan
Membuatku segar,
Tapi juga menggigil bertanya-tanya.
Aku jadi bego, Ma!
Yaaahhhh, Ma, mencintai kamu adalah bahagia dan sedih.
Bahagia karena mempunyai kamu di dalam kalbuku,
Dan sedih karena kita sering terpisah.
Ketegangan menjadi pupuk cinta kita.
Tetapi bukankah kehidupan sendiri adalah bahagia dan sedih?
Bahagia karena nafas mengalir dan jantung berdetak.
Sedih karena fikiran diliputi bayang-bayang.
Adapun harapan adalah penghayatan akan ketegangan.
Ma, nyamperin matahari dari satu sisi,
Memandang wajahmu dari segenap jurusan.
W.S. Rendra
( Koleksi Puisi-Puisi Willibrordus Surendra)
Similar Posts:
- Aku Rindu Kamu by WebAdmin (2 comments)
- Hari-hariku yang sepi aku rindu kamu, Apakah kamu tau itu? Malam yang sunyi memeluk jiwaku yang gund …
- Maafku Untuk Cinta Pertama by WebAdmin (0 comments)
- begitu sayangnya kamu padaku begitupun diriku padamu tapi ku pergi tinggalkanmu karena perbedaan,,bu …
- patah hati by WebAdmin (0 comments)
- aku bahagia sayang melihatmu bahagia meski kau bunuh aku tapi aku bahagia biarlah semua menjadi usan …
- Cinta : sebuah karya dari khalil gibran by chaoticrubben (185 comments)
- kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? itu kare …
- Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia by WebAdmin (0 comments)
- Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan Amara …
- Kelelawar by WebAdmin (0 comments)
- Silau oleh sinar lampu lalulintas Aku menunduk memandang sepatuku. Aku gentayangan bagai kelelawar. …
- hanya sekali by VIOLET (0 comments)
- Bukan harapan yang aku inginkan dalam hidupku, yang ku inginkan adalah membuat harapan dalam hidupku …
- SURAT UNTUK KEKASIH by Karuna (0 comments)
- Jadi inikah sepasang sayap yang kau kirimkan kepadaku sebaris rasa sepi yang tajam memahat dinding d …
- Hati Kecilku by VIOLET (1 comments)
- harapan-harapan yang telah terpenuhi tidak hanya membuatku bahagia tetapi dengan tidak sengaja telah …
- mengakhiri kisah ini untuk yang terbaik by Just_ste (0 comments)
- saat ku berjalan menyusuri waktu yang lalu tak ada kata maupun sapa seperti pula mendung kelabu yan …
Last 5 posts by WebAdmin
- Nak, Belajarlah Untuk Mengerti Luka - May 10th, 2011
- Kumuntahkan Dalam Bahasaku - May 10th, 2011
- Angan Di Pelupuk Mataku - May 10th, 2011
- Selembar Anganku Melambai Ringan - May 10th, 2011
- Sekerat Mimpiku - May 10th, 2011

