Untuk Mu Kawan


Puisi ini ditulis oleh pada
17 March 2008 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Kawan…

Bila aku pulang terlebih dahulu

Janganlah kalian cari aku

Karena aku sedang sibuk dengan TUHAN-ku

Dan janganlah kalian terus mencari

Karena aku pergi…

Bukan untuk bersembunyi

Dan bila kalian ingin temui aku…

Pergilah menuju hati

Dengan melewati jalan QOLBU

Karena aku hanya inginkan

Senyum yang tulus dari raut wajah kalian

Untuk setiap jejak langkahku

Karena langkahku yang berikutnya

Akan lebih memberatkan

Karena hidupku akan terus berlanjutkan

Untuk suatu hal yang teramat KEKAL

Tapi untuk sedikit waktu saat kumulai pergi

Langkahku akan sedikit terpejamkan

Karena tempat persinggahanku teramat kecil

Tetapi akan terasa sangat luas

Oleh seluruh waktu dalam hidupku

Yang tertuliskan dalam sebuah catatan untukku

Catatan-catatan yang akan dipertanggung-jawabkan kepada TUHAN-ku

Catatan-catatan yang akan kujadikan bekal dimasa depan

Maka telah kutuliskan pesan untuk kalian

Ku titipkan seluruh nyanyian dan tulisan

Karena aku tidak akan menutup mata

Hanya untuk sekedar tinggalkan tempat bermain kita

Jagalah seluruh nyanyian

Dengan tetap dikumandangkan

Jagalah seluruh tulisan

Dengan segenap hati kalian

Karena itu adalah hiasan

yang aku punya disamping kalian

Wahai kawankku…

Aku rasa aku akan merindu

Ketika Bahagia saat bersamamu

Ketika kalian peduli akan tangisku

Ketika kita berjalan bersama

Untuk Mengejar semua mimpi-mimpi kita

Dan ketika cinta kita terhentak

Oleh sebuah senyuman yang membatu

Tapi lupakan-lah…

Bila tangis kalian adalah untukku

Aku hanya inginkan senyuman

Bila dalam kenangan kalian

Aku dikatakan sebagai seorang KAWAN

Dan untuk cinta yang ku anggap sebuah kesempurnaan

Janganlah munculkan arti penyesalan

Karena ini adalah akhir

Dengan sebuah jalan kenangan yang tak akan berakhir

Kawan…

Aku Pamit…

Hanya dengan ditemani seutas kain putih

Yang akan membalut tubuhku yang abadi…

Torehan puisi-puisi lainya :

    Pejuangku by Correia (0 comments)
    “Saya menyerah… ingin pulang dan berkumpul dengan kalian sebab kudengar kalian membutuhkanku…” P …

    Cinta Itu…. by WebAdmin (7 comments)
    Cinta Itu…. kalo cinta itu tanpa syarat, maka janganlah berkata aku akan mencintaimu bila kamu… …

    masih menantikanmu by WebAdmin (7 comments)
    selama ku masih bernafas, hingga mataku tertutup untuk selamanya kan ku tunggu dirimu di tempat yang …

    Hampir Seluruh Kehidupan by WhyShyDude (0 comments)
    Irvan, Januari 2002 Dalam dunia yang gelap……. Kau seharusnya menjadi penerang yang berarti Namun ak …

    aku juga mencintaimu.. by WebAdmin (2 comments)
    aku bukanlah para pemuja-pemuja wanita seperti mereka, yang kan mengagung agungkan kecantikanmu dari …

    Ketika kupu bukanlah kupu-kupu by Farhana (0 comments)
    Rumput pun kembali bersemu hijau, ketika air tercurah membasahi jiwa-jiwa yang kering kerontang, seg …

    Sahabat dan Cinta by Galang (0 comments)
    Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung… Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga… Kenap …

    Dunia Tanpa Koma by katjha (7 comments)
    Bagai lantunan sonata, dentang-dentang bersambung cepat, riuh mendendangkan sebuah lantunan bunyi. K …

    Cinta : sebuah karya dari khalil gibran by chaoticrubben (191 comments)
    kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? itu kare …

    Menjelang Sidang Skripsi by WebAdmin (2 comments)
    Telah Nyeri Seluruh Sendi Telah Luruh Lemak Separuh Itu Semua Demi Hari Ini Ibunda Tengah Menanti Sa …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Religi

Comments (3)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. trt says:

    trdtrtet

  2. trt says:

    Mau mati aja dah sombong….Tar kalo dah bener-bener ketemu Tuhan baru sombong…

  3. lela says:

    kenapew ko membuat dosa

Leave a Reply