Kembang Turi
Desau angin
tak lagi semilir, menyentak
mengugurkan tegaknya sosokmu
dalam deraan panas padang persawahan.
Kembang turi gugur ke tanah kering
menggelepar sebagai sebuah kerinduan
kepada tanah yang selalu menjanjikan
tunas-tunas bagi biji-biji yang terpilih
untuk tegak kembali sebagai pohon baru.
Jika ini adalah sebuah monolog
engkau berkata ; terimalah guguran sosokku,
sebagai lambang kecintaan yang tak terperi
oleh segala sesuatu yang masih material,
ini adalah alur kehidupan yang selalu ingin kujelang.
Diantara tanah kering dan sengatan matahari
engkau relakan sebuah hidup,
untuk kehidupan yang lebih besar lagi.
(Jogjakarta, Maret 2008)
Last 5 posts by katjha
- Sepasang Sayap Untukmu - October 26th, 2008
- Titik Nol - October 26th, 2008
- Elegi Sebuah Senja - October 26th, 2008
- Lentera Akhir Malam - July 4th, 2008
- Dunia Setelah Kata - June 19th, 2008
Popularity: 1% [?]

