Submit web puisi anda ke direktori PUISI.org di SINI

Ga mau jadi kontributor, tapi ingin kirim puisi ? Kirim di SINI
Free blog @ Sajak.NET, silakan DAFTAR

Ketika Burung Merpati Sore Melayang

by WebAdmin on March 4, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 4.31 out of 5)
Loading ... Loading ...

Langit akhlak telah roboh di atas negeri
Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri
Karena hukum tak tegak, semua jadi begini
Negeriku sesak adegan tipu-menipu
Bergerak ke kiri, dengan maling kebentur aku
Bergerak ke kanan, dengan perampok ketabrak aku
Bergerak ke belakang, dengan pencopet kesandung aku
Bergerak ke depan, dengan penipu ketanggor aku
Bergerak ke atas, di kaki pemeras tergilas aku

Kapal laut bertenggelaman, kapal udara berjatuhan
Gempa bumi, banjir, tanah longsor dan orang kelaparan
Kemarau panjang, kebakaran hutan berbulan-bulan
Jutaan hektar jadi jerebu abu-abu berkepulan
Bumiku demam berat, menggigilkan air lautan

Beribu pencari nafkah dengan kapal dipulangkan
Penyakit kelamin meruyak tak tersembuhkan
Penyakit nyamuk membunuh bagai ejekan
Berjuta belalang menyerang lahan pertanian
Bumiku demam berat, menggigilkan air lautan

Lalu berceceran darah, berkepulan asap dan berkobaran api
Empat syuhada melesat ke langit dari bumi Trisakti
Gemuruh langkah, simaklah, di seluruh negeri
Beribu bangunan roboh, dijarah dalam huru-hara ini
Dengar jeritan beratus orang berlarian dikunyah api
Mereka hangus-arang, siapa dapat mengenal lagi
Bumiku sakit berat, dengarlah angin menangis sendiri

Kukenangkan tahun ?47 lama aku jalan di Ambarawa dan Salatiga
Balik kujalani Clash I di Jawa, Clash II di Bukittinggi
Kuingat-ingat pemboman Sekutu dan Belanda seantero negeri
Seluruh korban empat tahun revolusi
Dengan Mei ?98 jauh beda, jauh kalah ngeri
Aku termangu mengenang ini
Bumiku sakit berat, dengarlah angin menangis sendiri

Ada burung merpati sore melayang
Adakah desingnya kau dengar sekarang
Ke daun telingaku, jari Tuhan memberi jentikan
Ke ulu hatiku, ngilu tertikam cobaan
Di aorta jantungku, musibah bersimbah darah
Di cabang tangkai paru-paruku, kutuk mencekik nafasku
Tapi apakah sah sudah, ini murkaMu?

Ada burung merpati sore melayang
Adakah desingnya kau dengar sekarang

1998

+ Taufik Ismail  +

Similar Posts:

    Lautan Kata by camane (5 comments)
    engkau adalah lautan aksara yang tak bisa kurangka …
    Mahkota dan Perawan by rakawijaya (0 comments)
    Diantara hijau rumput yang roboh Dikaki sendang le …
    Anak Laut by WebAdmin (0 comments)
    Sekali ia pergi tiada bertopi Ke pantai landasan m …
    Ini-lah AkU by Galang (0 comments)
    Berkali-kali terlintas di kepala ku ingin kukataka …
    Percintaanku Dengan Bumi by prince-adi (1 comments)
    aku mengalir bersama mendung menjelma dalam hujan …
    Atas Kuasanya Aku Tertambat by bugi santoso (0 comments)
    Ketika kapal ini baru mulai berlabuh menuju samudr …
    Hanya Omongan by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Negeri kita kaya raya Alamnya subur Lautnya luas P …
    Jungkir Balik by Bradley Setiyadi (1 comments)
    Jakarta kebanjiran Gunungkidul kekeringan Lapangan …
    Cinta by josua_aja (6 comments)
    cinta ibarat air Tetesan kecilnya mampu hancurkan …
    Negeri Meradang by torysun (0 comments)
    Negeri ini mengaku beradab tapi sering biadab meny …

Last 5 posts by WebAdmin

Like this post? Post Comment, Subscribe RSS

Leave a Comment



Previous post:

Next post: