Yonathan, hanya sedikit tafsir atas kesaksianmu malam itu

by WebAdmin on March 3, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

di atas panggung sosokmu tegap,
menjulang bak bukit karang menentang gelombang
bersiap sepenuhnya, laksana ksatria pandawa menuju kancah kurusetra

”jangan biarkan perempuan itu sendiri” suaramu menggeletar
aku membayangkan lengking sumpah Bima
menggugat pengkhianatan Kurawa
juga pelecehan Dursasana terhadap Dewi Dropadi
menghalau khusyuk samadi para dewa di Jonggring Saloka

(mataku melirik sampul buku puisi Dino Umahuk;
lautbegitu tenang, purnama benderang membentuk lingkaran cermin besar
sebuah kapal bersandar kepayahan,
letih menapaki jutaan mil jarak, gelombang dan ribuan badai menampar
Letih, sulur-sulur waktu memburai di tiang layar

kurasa kau sedang tak menginginkan gemuruh,
gelombang pernah menelan ratusan ribu saudara mu, saudara kita
kau hanya ingin sejenak tenang, bersandar, mandi cahaya bulan)

”pelayaranmu yang selalu meninggikan aroma garam”
”terlanjur menyala sebagai birahi, oh laut”

Jemari lincah bak penari bali, menggores kanvas
Sebuah sayatan gelombang warna biru
Garis-garis panjang meliuk-liuk, meledak dalam getar luka birahi
Tanganmu terus menyapu, menyayat menorehkan warna, merah hijau, biru, kuning
berteriak lantang, menyapu seantero ruang

”…puisimu angkuh memandang nasib
tak peduli badai atau gelombang bermain api”

”…jangan biarkan perempuan itu sendiri
menyeka nasib dari matanya yang semakin berduri”

di titik akhir ekspresi
saat kau tegak dengan separo kaki menghujam bumi
tanganmu tegas menembak udara malam dengan satu jari
matamu setajam samurai menembus dinding waktu, setegas Aikido bersumpah
“ Masa katsu Agatsu, Katsu Hayabi”
“ Kemenangan sejati adalah kemenangan atas diri sendiri;

—————
dipetik dari pembacaan puisi “jangan biarkan perempuan itu sendiri”
malam peluncuran buku puisi dino umahuk
di wapres-bulungan

zai lawanglangit
bekasi, 1 maret 2008
pemilik: zaylawanglangit.blogspot.com

Similar Posts:

    Doa Malu-malu yang Setengah Memaksa, Di Usia yang Sudah Kadaluwarsa by WebAdmin (1 comments)
    Tuhan, dengan segala kerendahan hati aku meminta pada-Mu Berikan aku kata, kujadikan ia puisi berika …
    Pada Satu Musim Bunga by WebAdmin (1 comments)
    Lalu pada musim dimana bunga-bunga mulai menyala di jemari peri Ombak dan burung-burung mengirimkan …
    berpisah by puisi.indonezia.net (0 comments)
    bila saat ini engkau ingin pergi, aku akan merelakanmu demi kebahagiaanmu aku ingin memastikan langk …
    s@aT c!NtA by WebAdmin (12 comments)
    saat cinta itu datang biarkan dia memelukmu dengan hangat biarkan kau rasakan kelembutannya biarkan …
    Perempuan by WebAdmin (0 comments)
    Berpuisi indah-indah Tapi seolah tak menahu apa-apa Badannya capai, letih dan lelah Apalagi hati, sa …
    Goresan Rembulan by WebAdmin (1 comments)
    Mengejarmu adalah garis mati yang mengikatku dalam satu purnama Sebentar rembulan lalu tenggelam kin …
    Ode untuk Surti by WebAdmin (0 comments)
    perempuan, melangkah sendirian ada merah di matanya menyala pekat menyisir langkahnya saat mathri te …
    malam gelombang malam by chras dini sabewa (0 comments)
    syair mati di tengah malam entah tertidur, entah binasa tapi gelombang sunyi malam ini seakan menyi …
    Perempuan di Atas Perempuan by WebAdmin (0 comments)
    Dimana perempuanku diantara seribu perempuan… akankah dia muncul dengan senyum seindah mentari tim …
    Tanah Perempuan by zaki (0 comments)
    Tanah perempuan itu subur. Bila hujan turun, tiap jengkalnya ikut menari dan bernyanyi. Begitulah ca …

Last 5 posts by WebAdmin

{ 1 comment… read it below or add one }

RAKA March 20, 2008 at 7:22 am

Mas W.S Rendra saya bagi puisi pahlawannya dong !!!!!!!!!

Leave a Comment



Previous post:

Next post: