Setangkai Mawar Di Sudut Beranda

by setodanu on March 2, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 1.75 out of 5)
Loading ... Loading ...

kuletakkan setangkai mawar
disudut beranda dimana kau biasa ada
walau kutahu kalau kau tak kan pernah kembali
menggantikan setangkai mawar yang selalu berseri

sudah banyak kutumpahkan air mata
ketika hati ini tak bisa membendung resah
takkala kau melenggang pergi
dan kutahu jika kau takkan berada lagisudah banyak waktu kuberdiam diri
hanya melihat sudut beranda yang kosong tak berisi
memcoba menciptakan sebuah banyang
melihat kesini dan tersenyum penuh artientah seberapa banyak lagi telah kusalahkan diri
untuk lebih dan lebih lagi
memberi cinta selagi masih ada
selagi kau masih hangat dalam pelukan

sudah banyak kutenangkan diri
mencoba mencari makna di balik semua ini
sebuah jalan yang dulu terikat pasti
yang hilang takkala kita mencoba berlari

dan sekarang kucoba melihat dunia
sekali lagi dari balik buramnya mata
yang berlahan terbuka dan melihat cahaya
tentang sosokmu yang tak mungkin ada

kuletakkan setangkai mawar
walaupun kutahu kau takkan pernah kembali
namun hati ini melayang lebih ringan
sekedar berharap mungkin kau akan kembali

Batam.Warnet.17.02.08.21:03

Similar Posts:

    “Kemarin dan Esok” (sajak Ulangtahun buat Ulin) by ekonuryadi (0 comments)
    Nduk,…Kemarin datang selembar hari yang tercatat. …mungkin sudah lama sekali… bukan kemarin Ta …
    Di Sudut Ini Kutenggelamkan Diri by setodanu (1 comments)
    Bukan sejenak kutelantarkan diri Terjerembab dalan duka dan tak tahu kemana Entah jiwa ini berpaling …
    Kepada Gadis Manis Penggesek Violin VII by katjha (1 comments)
    Beranjak keremangan subuh, temaram mentari berbagi dengan kabut pagi. saat beranda ini masih sepi, l …
    Hai Wanita, Tersenyumlah padaku by WebAdmin (0 comments)
    Hai wanita, senyumlah padaku Walaupun kutahu kau tak tahu Akan siapakah aku dan bagaimana bisa Namun …
    Angan Di Pelupuk Mataku by WebAdmin (0 comments)
    Sebaris angan melintas di pelupuk mata Yang berusaha keluar untuk menciptakanya Karma kau tahu ku se …
    It’s a new day… by just_me (0 comments)
    Hey,,, Kau lihatkah aku di sini? Ditemani ombak berderu Menatapmu berlalu Ketika angin membasuh waja …
    Pejuangku by Correia (0 comments)
    “Saya menyerah… ingin pulang dan berkumpul dengan kalian sebab kudengar kalian membutuhkanku…” P …
    karena kau bidadari hati by WebAdmin (1 comments)
    Pada sekuntum mawar yang mekar dan air sungai yang mengalir disitu ku lihatterukir wajah mu dan tert …
    mengenang munir by tembeliung (0 comments)
    kubaca lagi dirimu meski tahun-tahun berlalu dan kau telah menjadi debu disekujur tulang-tulangmu ta …
    televisi yang kuhidupkan menjelang imsak by irsyad.zaki (1 comments)
    Di dalam kotak ajaib itu telah dibangun sebuah stasiun, stasiun ramadhan, katanya Dan banyak lagi st …

Last 5 posts by setodanu

Leave a Comment



Previous post:

Next post: