Jiwa adalah puisi
Engkaupun tahu itu
Tapi kenapa masih saja kaubaca jiwaku
Persis seperti membaca koran pagi yang berdarah?Terpenggal,
Sepenggal dua penggal
Hingga terpenggal juga seluruhnya
Tahu, telah kupahat peti mati
Untuk bola matamu yang bersikukuh
Telah menyelami jiwaku
Seperti sepi yang telah habis kukubur
Dalam pedih tikamanmu!
November 2007
Similar Posts:
- Akulah Rajamu by WebAdmin (0 comments)
- tanpa kau sadari telah ku kusobek mulutmu untuk ku …
- Masih by Kiki Febriyanti (2 comments)
- telah habis malam dimangsa sepi berganti pagi yang …
- dalam badai cinta by Just_ste (0 comments)
- kawan aku ingin kau membaca tulisan ini, terutama …
- Yang akan tiada… by m4rc3l (0 comments)
- Tawamu akan jadi hiasan senyumku Sedihmu akan jadi …
- Puisi Sepi by romath (4 comments)
- sepi …….. …..sepi …….. ……….sepi .. …
- selamat tinggal by WebAdmin (3 comments)
- ada rindu seperti dahulu walau semua telah berakhi …
- Merindu bidadari kecil by WebAdmin (0 comments)
- kau pasti tahu aku terpenjara di antara bulat 2 bo …
- Sambutanmu, menenangkan jiwaku by WebAdmin (0 comments)
- Kelelahan dan kelusuhan diri ini Karena beban yang …
- saat kita berdua nanti.. by WebAdmin (1 comments)
- belai aku… saat teduh mataku meredup di sandaran …
- Olenka by WebAdmin (0 comments)
- Olenka, seperti apa rindu yang ada didada, apakah …
Last 5 posts by irsyad.zaki
- Titik Lain - January 3rd, 2008
- keluarlah - January 3rd, 2008
- Jika Hari Ini adalah hari Pencurian Sedunia - November 15th, 2007
- Untuk Apa Puisi Ini 2 - November 10th, 2007
- Jatuh Cinta - October 11th, 2007
Like this post? Post Comment, Subscribe RSS

