February 26, 2008
:to nenen semalam angin lirih berbisik padaku, “kemana arahmu?” sesaat kuterhenyak, namun kujawab, “ketempatmu bertiup, sobat.” kemudian angin bermadah sendu, madah yang biasa kudengar sambil terkantuk di depan meja kerjaku tak lama, angin berbisik lagi, “kemana arahmu?” tertegunku sejenak pada pertanyaan yang sama, namun kujawab juga, “ketempatmu bertiup, sobat.” kembali sang angin bermadah dan hampir [...]
Read the full article →
February 26, 2008
Penantian ada kentara sesosok insan tiada bentuk tiada rupa pijar hidup bergemeletik sorot binarnya takterpungkiri geletar haru menyelubung kalbu percik karunia takterselami menit berlalu berlipat harap memahat rencana mengukir cita kita bukan satu lagi kita lebih dari satu kita lebih satu dari kita bukan lagi satu ah, akankah datang? bunyi yang kunanti dari artikulator mungil [...]
Read the full article →