merindukanmu

lama tak kutemui kau
di pipi basah serambi pagi
di lembar-lembar ma’tsurat senjakala
juga hanya nihilmu
yang terbaca dalam halaman huruf-huruf mesiu
perinding dada tentara.

bilakah kau akan letih berlari
dan duduk kembali di sini
meneguk puisi?

aku begitu merindukanmu, diriku.

(hidup dari bis ke bis, ujung 2007)

Last 5 posts by ahmad nadhif

Popularity: 1% [?]


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Leave a Reply


Tautan komentar adalah nofollow free.
108 views