hidup untuk berjuang, berjuang untuk hidup


Puisi ini ditulis oleh pada
24 January 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

sesaat tercekat batinku
buyarkan seluruh lamun perjalananku
perhatikan selarik jalan sempit
seorang renta coba lanjutkan hidup
melangkah
terseok
sedikit terantuk, terbatuk sesaat lalu
lelah
letih menatap hari tak pasti
sayu dongakkan wajah kuyu
sesungguhnya apa yang kau tatap?
tak ada yang indah hari ini
hanya sedikit air dan setangkup bekal hari ini
butiran keping dari dermawan masih digenggamnya
buliran peluh penuhi tubuhnya
tak tahu apa kembali berharap dan meminta
akhirnya bersandar tubuh dalam redupnya bayang hidup
berulir sedikit air mata saat menunduk dan meminta
bukan itu yang diharap dahulu
namun hanya ini yang dapat pertahankan hidup sesaat
lepaskan segala resah
berkaca buram tatapan matanya
…selalu sendiri sepertinya
…selalu tak diperdulikan sepertinya
kakek renta makin merunduk
terbaring
terbalut sedikit tubuh dalam lusuh pakaian
bukan nista
bukan hina
hanya nestapa
ingatkah, bila seorang yang kita cinta sepertinya?
renta tanpa saudara diantaranya
sendiri tanpa bahagia diharinya
hanya segala disekitarnya kini hardik dirinya karena tak berdaya
mungkin dahulu dialah pejuang
pejuang negeri, pejuang keluarga
pejuang yang terbuang
hampir seluruh yang berjalan diantaranya sombongkan segala keangkuhan seraya mencibir dan berlalu
lelah bekap dirinya
makin merunduk dan terbaring..
kini lelap dia dalam mimpinya
mimpinya yang dulu hilang
cukup lama dirinya terbenam dalam mimpi
sampai akhirnya semua yang disekitarnya ramai hampirinya….
bukan main, tiba-tiba semua sangat perduli
sangat memahami deritanya
tapi…
mengapa semua tertunduk?
mengapa semua menggeleng?
akhirnya terdengar kini, dia telah pergi
pergi menyusul semua yang dicintainya dahulu
segala yang menunduk hanya iba
segala yang menggeleng hanya tak mengerti harus sikapkan hatinya
seorang renta yang sendiri
diakhir usianya akhirnya dapat meneteskan air mata yang selalu ditahannya
yang selalu kuatkan hatinya merayapi hari-harinya
namun.. semua yang hampirinya tadi telah kembali dalam jejaknya sendiri-sendiri lagi
terbayang dalam pusaranya tetap sepi sendiri tanpa namanya
terbelenggu hingga akhir masanya
akankah diakhir masa kita akan teteskan air mata pula?
mungkin berbeda asa tapi tetap tak berdaya…
hingga akhirnya tiba

Torehan puisi-puisi lainya :

    Ketika Tak Lagi Di Atas Mobil Sound by Bradley Setiyadi (4 comments)
    Sudah selesaikah? Sudah berakhirkah? Ke mana suara-suara lantang itu? Apakah masih ada idealisme? Ap …

    Diam… by sexymale (0 comments)
    Diam, Termenung, dan Diam Memandang kelamnya malam Memandang taburan bintang di angkasa Melihat baya …

    Dependency by omegachaos (0 comments)
    Andai saatnya tiba Mampu melangkah tak peduli kanan-kiri Tiada celaka mengena Sepenuhnya sadar diri …

    Untukmu….kuakui by 3simbol (0 comments)
    Hari-hariku biasa menjelajahi keteraturan dan kebiasaan Pagi menatap awan lembut sekali merasakan em …

    It is as it is by WebAdmin (1 comments)
    Jangan katakan kepadaku begitulah hidup, sebab aku bernapas dengannya: keberadaan, juga ketiadaan. P …

    Selasa pagi by ck’e (0 comments)
    Selasa pagi ini…. Aku berjalan sendiri tanpa kau disisi Terasa sunyi ditingkah deru roda kereta Se …

    Sampah segala Sumpah by bayu200687 (3 comments)
    maka ketika kuucapkan selamat tinggal, padamu kutanggalkan helaihelai rambut yang memutih. bukan mel …

    satu dunia, beda rasa by satoe9 (0 comments)
    malam gulita Aku lupa….. dulu sepertinya ku pernah terjatuh dalam cinta dia… tak ingat apakah in …

    Hujan by anak_hilang (1 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim Hari mulai hujan terus Didahului dengan langit …

    HUJAN by anak_hilang (3 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim, Hari mulai hujan terus, Didahului dengan lang …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bebas

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. sarahc says:

    sangatt mengaaggum kantd

Leave a Reply