<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Suara Hatiku</title>
	<atom:link href="http://www.puisi.org/2008/01/03/suara-hatiku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.puisi.org/2008/01/03/suara-hatiku/</link>
	<description>saat puisi mengangkat makna</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 16:42:11 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: beny hidayat</title>
		<link>http://www.puisi.org/2008/01/03/suara-hatiku/comment-page-1/#comment-2214</link>
		<dc:creator>beny hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 09:19:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/index.php/2008/01/03/suara-hatiku/#comment-2214</guid>
		<description>AKU BUKANLAH PENYAIR, AKU HANYALAH SESEORANG- YG SEDANG-MENCARI BENTUK, WUJUD ASLINYA SENDIRI


www.duniasastra.com


Dikeheningan malam aku telah berjalan , menyusuri lorong-lorong kotorku dan ruhku juga telah memasuki rumah-rumah kalian . Detak-detak jantung kalian juga berdegup didadaku , dan nafas-nafasmu menghembus pula di hidungku.

Dan aku bukanlah seorang penyair aku hanya sekedar mengucapkan rangkaian kata tentang sesuatu yang sebenarnya kalian sendiri telah tahu didasar alam pikirmu.

Diantara kalian ada yang menyebutku angkuh , hanya mementingkan kegemaranku menyepi dan mengatakan kepadaku : &quot; Ia berbicara dengan tetumbuhan dan para satwa ,bukan dengan kita manusia . Seorang diri ia duduk dipuncak-puncak perbukitan memandang rendah pada kota dan kehidupan&quot;. Sebagian yang lain diantara kalian berbicara kepadaku meski tanpa kata-kata : &quot; Ia orang yang aneh , orang ganjil , pencinta keluhuran yang tak teraih, untuk apa bermukim dipuncak-puncak gunung tempat elang bersarang, dan mengapa pula mencari sesuatu yang wujudnya belum pasti ?&quot;...&quot;Angin apa yang hendak kau tangkap dalam jala-mu . Burung ajaib manakah yang ingin kau jaring dilangit biru ?!...Kemarilah engkau bersatu dengan kami , turunlah bersama kita akan berbagi roti , dan lepaskan hausmu dengan anggur-anggurku !&quot;

Memang aku telah mendaki &quot;puncak-puncak perbukitan&quot; dan sering pula aku mengembara dalam &quot;kesunyian &quot; hutan.tapi aku juga akan tetap dapat mengamati kalian tanpa perlu &quot;turun&quot; dari puncak pegunungan.

Kesunyian jiwa telah menyebabkan mereka melontarkan kata-kata itu, namun apabila kesunyian itu mendalam lagi, maka mereka akan dapat mengerti, bahwa apa yang aku cari adalah rahasia terdalam jiwa manusia ,dan yang aku buru adalah sukma agung manusia yg menjelajah kesegala penjuru semesta.

Dan Kesunyian itulah yang menuntunku melangkah menuju &quot;lorong penderitaan&quot; sekaligus teman keagungan spiritual.....

Aku orang yang percaya sekaligus peragu, betapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri sekedar untuk menghayati nilai kebenaran . Dan keyakinanku berkata manusia itu tak terkurung dalam raga dan jasad yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan, melainkan ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi cakrawala dunia . Jika kata-kataku memasuki samar, kalian tak perlu gusar karena asal mula segala sesuatu adalah samar , meskipun akan jelas pada akhirnya.

Sebab apakah pengetahuan itu jika bukan bayangan dan pengetahuan yang terpendam bisu. Pikiran kalian dan jalinan kata-kataku, digetarkan oleh gelombang yang satu ,terekam dan terpatri diantara hari-hari dan masa silam yang telah berlalu , sejak bumi belum mengenal dirinya sendiri dan kegelapan belum terkurung oleh pekatnya malam .

Pahamilah kata-kata orang bijak dan laksanakan dalam kehidupanmu sendiri . Hidupkanlah kata-kata itu , tetapi jangan pernah memamerkan perbuatan -pebuatan itu dengan menceritakannya, karena dia yang mengucapkan apa yang tidak dia pahami , tidak lebih baik dari seekor keledai yg mengangkat buku-buku.

Jangan pernah menyesal karena kalian &#039;buta&#039; dan jangan pernah merasa kecewa karena kalian &#039;tuli&#039;, sebab dipagi ini fajar pemahamanmu telah merekah untuk kalian didalam mencari rahasia kehidupan . Dan kalian akan mensyukuri segala gulita- sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya.

Dan segala yang &quot;tak berbentuk&quot; selalu berusaha mencari &quot;bentuknya&quot;, seperti berjuta-juta bintang yang menjelma menjadi matahari...

Dan kulihat.......Kehidupan itu bersifat dalam , tinggi dan jauh , hanya wawasan luas dan bebas yang dapat menyentuh kakinya , meski sebenarnya ia dekat !.

Banyak sudah orang bijak yang telah mendatangi kalian untuk mengajarkan hikmat dan pengetahuan . Dan aku datang untuk mengambil hikmat itu dan lihatlah kutemukan sesuatu yang tak ternilai didasar hati, laksana air pancuran yang melegakan jiwa.

Setiap kali aku datang ke air pancuran itu , dikala dahaga hendak membasahi kerongkongan , aku dapatkan air itu sendiri tengah kehausan -dia meminumku selagi aku meminumnya !

Hartono Beny Hidayat Elaboration with KG</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AKU BUKANLAH PENYAIR, AKU HANYALAH SESEORANG- YG SEDANG-MENCARI BENTUK, WUJUD ASLINYA SENDIRI</p>
<p><a href="http://www.duniasastra.com" rel="nofollow">http://www.duniasastra.com</a></p>
<p>Dikeheningan malam aku telah berjalan , menyusuri lorong-lorong kotorku dan ruhku juga telah memasuki rumah-rumah kalian . Detak-detak jantung kalian juga berdegup didadaku , dan nafas-nafasmu menghembus pula di hidungku.</p>
<p>Dan aku bukanlah seorang penyair aku hanya sekedar mengucapkan rangkaian kata tentang sesuatu yang sebenarnya kalian sendiri telah tahu didasar alam pikirmu.</p>
<p>Diantara kalian ada yang menyebutku angkuh , hanya mementingkan kegemaranku menyepi dan mengatakan kepadaku : &#8221; Ia berbicara dengan tetumbuhan dan para satwa ,bukan dengan kita manusia . Seorang diri ia duduk dipuncak-puncak perbukitan memandang rendah pada kota dan kehidupan&#8221;. Sebagian yang lain diantara kalian berbicara kepadaku meski tanpa kata-kata : &#8221; Ia orang yang aneh , orang ganjil , pencinta keluhuran yang tak teraih, untuk apa bermukim dipuncak-puncak gunung tempat elang bersarang, dan mengapa pula mencari sesuatu yang wujudnya belum pasti ?&#8221;&#8230;&#8221;Angin apa yang hendak kau tangkap dalam jala-mu . Burung ajaib manakah yang ingin kau jaring dilangit biru ?!&#8230;Kemarilah engkau bersatu dengan kami , turunlah bersama kita akan berbagi roti , dan lepaskan hausmu dengan anggur-anggurku !&#8221;</p>
<p>Memang aku telah mendaki &#8220;puncak-puncak perbukitan&#8221; dan sering pula aku mengembara dalam &#8220;kesunyian &#8221; hutan.tapi aku juga akan tetap dapat mengamati kalian tanpa perlu &#8220;turun&#8221; dari puncak pegunungan.</p>
<p>Kesunyian jiwa telah menyebabkan mereka melontarkan kata-kata itu, namun apabila kesunyian itu mendalam lagi, maka mereka akan dapat mengerti, bahwa apa yang aku cari adalah rahasia terdalam jiwa manusia ,dan yang aku buru adalah sukma agung manusia yg menjelajah kesegala penjuru semesta.</p>
<p>Dan Kesunyian itulah yang menuntunku melangkah menuju &#8220;lorong penderitaan&#8221; sekaligus teman keagungan spiritual&#8230;..</p>
<p>Aku orang yang percaya sekaligus peragu, betapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri sekedar untuk menghayati nilai kebenaran . Dan keyakinanku berkata manusia itu tak terkurung dalam raga dan jasad yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan, melainkan ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi cakrawala dunia . Jika kata-kataku memasuki samar, kalian tak perlu gusar karena asal mula segala sesuatu adalah samar , meskipun akan jelas pada akhirnya.</p>
<p>Sebab apakah pengetahuan itu jika bukan bayangan dan pengetahuan yang terpendam bisu. Pikiran kalian dan jalinan kata-kataku, digetarkan oleh gelombang yang satu ,terekam dan terpatri diantara hari-hari dan masa silam yang telah berlalu , sejak bumi belum mengenal dirinya sendiri dan kegelapan belum terkurung oleh pekatnya malam .</p>
<p>Pahamilah kata-kata orang bijak dan laksanakan dalam kehidupanmu sendiri . Hidupkanlah kata-kata itu , tetapi jangan pernah memamerkan perbuatan -pebuatan itu dengan menceritakannya, karena dia yang mengucapkan apa yang tidak dia pahami , tidak lebih baik dari seekor keledai yg mengangkat buku-buku.</p>
<p>Jangan pernah menyesal karena kalian &#8216;buta&#8217; dan jangan pernah merasa kecewa karena kalian &#8216;tuli&#8217;, sebab dipagi ini fajar pemahamanmu telah merekah untuk kalian didalam mencari rahasia kehidupan . Dan kalian akan mensyukuri segala gulita- sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya.</p>
<p>Dan segala yang &#8220;tak berbentuk&#8221; selalu berusaha mencari &#8220;bentuknya&#8221;, seperti berjuta-juta bintang yang menjelma menjadi matahari&#8230;</p>
<p>Dan kulihat&#8230;&#8230;.Kehidupan itu bersifat dalam , tinggi dan jauh , hanya wawasan luas dan bebas yang dapat menyentuh kakinya , meski sebenarnya ia dekat !.</p>
<p>Banyak sudah orang bijak yang telah mendatangi kalian untuk mengajarkan hikmat dan pengetahuan . Dan aku datang untuk mengambil hikmat itu dan lihatlah kutemukan sesuatu yang tak ternilai didasar hati, laksana air pancuran yang melegakan jiwa.</p>
<p>Setiap kali aku datang ke air pancuran itu , dikala dahaga hendak membasahi kerongkongan , aku dapatkan air itu sendiri tengah kehausan -dia meminumku selagi aku meminumnya !</p>
<p>Hartono Beny Hidayat Elaboration with KG</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ajie</title>
		<link>http://www.puisi.org/2008/01/03/suara-hatiku/comment-page-1/#comment-2165</link>
		<dc:creator>Ajie</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 05:12:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/index.php/2008/01/03/suara-hatiku/#comment-2165</guid>
		<description>jeritan hati sebenernya ............................

keep your fucking love men dan cinta untuk sendiri
siapa yang akan mencintai lo kalau bukan diri lo sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jeritan hati sebenernya &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>keep your fucking love men dan cinta untuk sendiri<br />
siapa yang akan mencintai lo kalau bukan diri lo sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Novel</title>
		<link>http://www.puisi.org/2008/01/03/suara-hatiku/comment-page-1/#comment-2164</link>
		<dc:creator>Novel</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 09:27:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/index.php/2008/01/03/suara-hatiku/#comment-2164</guid>
		<description>kasih tak sampai rupanya...

dah sering n dah banyak manusia yg merasakan apa yg anda rasakan..keep fighting men...
cinta diciptakan bukan untuk sendiri...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kasih tak sampai rupanya&#8230;</p>
<p>dah sering n dah banyak manusia yg merasakan apa yg anda rasakan..keep fighting men&#8230;<br />
cinta diciptakan bukan untuk sendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 4/12 queries in 0.005 seconds using disk: basic
Object Caching 416/421 objects using disk: basic

Served from: www.puisi.org @ 2012-02-13 06:19:16 -->
