Submit web puisi anda ke direktori PUISI.org di SINI

Ga mau jadi kontributor, tapi ingin kirim puisi ? Kirim di SINI
Free blog @ Sajak.NET, silakan DAFTAR

Suara Hatiku

by bugi santoso on January 3, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 3.13 out of 5)
Loading ... Loading ...

Didalam batas ruang dan waktu.
Aku terbelenggu di dalam semu.
Rintih hati yang terpendam didalam.
Takkan ada yang tau selain bintang.
Dalam gelap bintangku terangi hati.
Walau hanya setitik cahayamu.
Terangi hatiku… Besarkan hatiku…
Melewati kegalauan hati ini.
Kehangatan cahayamu dalam urat nadiku.
Takkan sirna ditelan rasa.
Kini kau bagian dalam hidupku.
Terekat satu dalam kehampaan hati.
Suara hati ingin miliki bintangku.
Jadi bagian dari belahan jiwaku.
Namun ku sadari… Takkan kuingkari…
Indah cahayamu takkan pernah kugapai.
Oh tuhan… hanya satu yang kuminta.
Jangan padamkan cahaya bintangku.
Biarkan merekat erat dalam dada.
Sampai bintangku raih kebahagiaan.

Similar Posts:

    Khabarkan Cintaku by Pencinta_Sejati (0 comments)
    Selalu ku ukir kata cinta di dalam hatimu Bahwa ci …
    Jujurlah Padaku! by WebAdmin (4 comments)
    Jika sekiranya kau bukan lagi bagian dari taman ka …
    Aku… Akan menunggumu… by onnyfp (5 comments)
    Ingin ku segera memelukmu… Membawamu tuk iringi …
    Kisah Jiwa Terbelah by WebAdmin (10 comments)
    : untuk TSG, jangan menangis lagi.. Cerita tentang …
    LUKA by @-one (1 comments)
    perkataanmu bagaikan pedang tajam yang menusuk hat …
    DIRIMU by ryan_aja (0 comments)
    Kemarin Hujan turun begitu lebatnyaDinginnya menus …
    kenangan yang tak tergantikan by puisi.indonezia.net (0 comments)
    disaat kau bersamaku; // cahaya rembulan membasuh …
    Setia Menantimu by bugi santoso (0 comments)
    Ku tau apa yg kau pikirkan. Ku terhanyut pada pera …
    saat kita berdua nanti.. by WebAdmin (1 comments)
    belai aku… saat teduh mataku meredup di sandaran …
    Akulah Rajamu by WebAdmin (0 comments)
    tanpa kau sadari telah ku kusobek mulutmu untuk ku …

Last 5 posts by bugi santoso

Like this post? Post Comment, Subscribe RSS

{ 3 comments… read them below or add one }

1 Novel January 4, 2008 at 4:27 pm

kasih tak sampai rupanya…

dah sering n dah banyak manusia yg merasakan apa yg anda rasakan..keep fighting men…
cinta diciptakan bukan untuk sendiri…

ReplyReply
2 Ajie January 6, 2008 at 12:12 pm

jeritan hati sebenernya ……………………….

keep your fucking love men dan cinta untuk sendiri
siapa yang akan mencintai lo kalau bukan diri lo sendiri.

ReplyReply
3 beny hidayat January 22, 2008 at 4:19 pm

AKU BUKANLAH PENYAIR, AKU HANYALAH SESEORANG- YG SEDANG-MENCARI BENTUK, WUJUD ASLINYA SENDIRI

http://www.duniasastra.com

Dikeheningan malam aku telah berjalan , menyusuri lorong-lorong kotorku dan ruhku juga telah memasuki rumah-rumah kalian . Detak-detak jantung kalian juga berdegup didadaku , dan nafas-nafasmu menghembus pula di hidungku.

Dan aku bukanlah seorang penyair aku hanya sekedar mengucapkan rangkaian kata tentang sesuatu yang sebenarnya kalian sendiri telah tahu didasar alam pikirmu.

Diantara kalian ada yang menyebutku angkuh , hanya mementingkan kegemaranku menyepi dan mengatakan kepadaku : ” Ia berbicara dengan tetumbuhan dan para satwa ,bukan dengan kita manusia . Seorang diri ia duduk dipuncak-puncak perbukitan memandang rendah pada kota dan kehidupan”. Sebagian yang lain diantara kalian berbicara kepadaku meski tanpa kata-kata : ” Ia orang yang aneh , orang ganjil , pencinta keluhuran yang tak teraih, untuk apa bermukim dipuncak-puncak gunung tempat elang bersarang, dan mengapa pula mencari sesuatu yang wujudnya belum pasti ?”…”Angin apa yang hendak kau tangkap dalam jala-mu . Burung ajaib manakah yang ingin kau jaring dilangit biru ?!…Kemarilah engkau bersatu dengan kami , turunlah bersama kita akan berbagi roti , dan lepaskan hausmu dengan anggur-anggurku !”

Memang aku telah mendaki “puncak-puncak perbukitan” dan sering pula aku mengembara dalam “kesunyian ” hutan.tapi aku juga akan tetap dapat mengamati kalian tanpa perlu “turun” dari puncak pegunungan.

Kesunyian jiwa telah menyebabkan mereka melontarkan kata-kata itu, namun apabila kesunyian itu mendalam lagi, maka mereka akan dapat mengerti, bahwa apa yang aku cari adalah rahasia terdalam jiwa manusia ,dan yang aku buru adalah sukma agung manusia yg menjelajah kesegala penjuru semesta.

Dan Kesunyian itulah yang menuntunku melangkah menuju “lorong penderitaan” sekaligus teman keagungan spiritual…..

Aku orang yang percaya sekaligus peragu, betapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri sekedar untuk menghayati nilai kebenaran . Dan keyakinanku berkata manusia itu tak terkurung dalam raga dan jasad yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan, melainkan ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi cakrawala dunia . Jika kata-kataku memasuki samar, kalian tak perlu gusar karena asal mula segala sesuatu adalah samar , meskipun akan jelas pada akhirnya.

Sebab apakah pengetahuan itu jika bukan bayangan dan pengetahuan yang terpendam bisu. Pikiran kalian dan jalinan kata-kataku, digetarkan oleh gelombang yang satu ,terekam dan terpatri diantara hari-hari dan masa silam yang telah berlalu , sejak bumi belum mengenal dirinya sendiri dan kegelapan belum terkurung oleh pekatnya malam .

Pahamilah kata-kata orang bijak dan laksanakan dalam kehidupanmu sendiri . Hidupkanlah kata-kata itu , tetapi jangan pernah memamerkan perbuatan -pebuatan itu dengan menceritakannya, karena dia yang mengucapkan apa yang tidak dia pahami , tidak lebih baik dari seekor keledai yg mengangkat buku-buku.

Jangan pernah menyesal karena kalian ‘buta’ dan jangan pernah merasa kecewa karena kalian ‘tuli’, sebab dipagi ini fajar pemahamanmu telah merekah untuk kalian didalam mencari rahasia kehidupan . Dan kalian akan mensyukuri segala gulita- sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya.

Dan segala yang “tak berbentuk” selalu berusaha mencari “bentuknya”, seperti berjuta-juta bintang yang menjelma menjadi matahari…

Dan kulihat…….Kehidupan itu bersifat dalam , tinggi dan jauh , hanya wawasan luas dan bebas yang dapat menyentuh kakinya , meski sebenarnya ia dekat !.

Banyak sudah orang bijak yang telah mendatangi kalian untuk mengajarkan hikmat dan pengetahuan . Dan aku datang untuk mengambil hikmat itu dan lihatlah kutemukan sesuatu yang tak ternilai didasar hati, laksana air pancuran yang melegakan jiwa.

Setiap kali aku datang ke air pancuran itu , dikala dahaga hendak membasahi kerongkongan , aku dapatkan air itu sendiri tengah kehausan -dia meminumku selagi aku meminumnya !

Hartono Beny Hidayat Elaboration with KG

ReplyReply

Leave a Comment



Previous post:

Next post: