Didalam batas ruang dan waktu.
Aku terbelenggu di dalam semu.
Rintih hati yang terpendam didalam.
Takkan ada yang tau selain bintang.
Dalam gelap bintangku terangi hati.
Walau hanya setitik cahayamu.
Terangi hatiku… Besarkan hatiku…
Melewati kegalauan hati ini.
Kehangatan cahayamu dalam urat nadiku.
Takkan sirna ditelan rasa.
Kini kau bagian dalam hidupku.
Terekat satu dalam kehampaan hati.
Suara hati ingin miliki bintangku.
Jadi bagian dari belahan jiwaku.
Namun ku sadari… Takkan kuingkari…
Indah cahayamu takkan pernah kugapai.
Oh tuhan… hanya satu yang kuminta.
Jangan padamkan cahaya bintangku.
Biarkan merekat erat dalam dada.
Sampai bintangku raih kebahagiaan.
Torehan puisi-puisi lainya :
Khabarkan Cintaku by Pencinta_Sejati (0 comments)
Selalu ku ukir kata cinta di dalam hatimu Bahwa cintaku suci untukmu Bawalah diriku selalu didalam m …
Jujurlah Padaku! by WebAdmin (4 comments)
Jika sekiranya kau bukan lagi bagian dari taman kahyangan itu…. Ibarat bunga yang telah dipetik, dip …
Maafkan Aku Cinta… by lembayung (0 comments)
betapa ingin kukatakan bahwa aku masih sangat sayang padamu betapa ingin jua kukatakan dengan lantan …
Aku… Akan menunggumu… by onnyfp (6 comments)
Ingin ku segera memelukmu… Membawamu tuk iringi langkahku… Namun tak berhak aku… Dan takkan ku …
Kisah Jiwa Terbelah by WebAdmin (10 comments)
: untuk TSG, jangan menangis lagi.. Cerita tentang matahari tujuh warna yang muncul dalam pita-pita …
LUKA by @-one (2 comments)
perkataanmu bagaikan pedang tajam yang menusuk hati hatiku selalu luka karena adanya cinta cinta ini …
DIRIMU by ryan_aja (0 comments)
Kemarin Hujan turun begitu lebatnyaDinginnya menusuk kulit terdalamkuSeperti akan merobek jiwaku yan …
kenangan yang tak tergantikan by puisi.indonezia.net (1 comments)
disaat kau bersamaku; // cahaya rembulan membasuh kulitku dan kulitmu sedang cahaya bintang menyentu …
Setia Menantimu by bugi santoso (0 comments)
Ku tau apa yg kau pikirkan. Ku terhanyut pada perasaanmu. Namun tak akan kubiar padam cahayamu. Akan …
saat kita berdua nanti.. by WebAdmin (1 comments)
belai aku… saat teduh mataku meredup di sandaranmu.. sentuhlah keningku dengan ciuman indahmu.. — …
Tags: aku, alam, asa, atu, bahagia, belenggu, biarkan, bintang, bintang terangilah hatiku puisi, bugi santoso, cahaya bintangku, hati, hatiku, hidup, jangan, jangan menyesal pada sesuatu yang telah dipetik, jiwa yg baru puisi, kata - kata suara hati tentang cinta, kata diantara kalian, kata kata hanya kau di hatiku, kata kata hati yang menyesal, kata kata hati yg kian sendiri, kata kata kesunyian, kata kata penderitaan, kata kata penderitaan cinta, kata kata penderitaan hati, kata kata penderitaan seorang diri, kata kata puisi aku telah memasuki kehidupan mu, kata kata terpendam untuk teman yang aku cintai, kata penderitaan, kata penderitaan karena cinta, kata-kata diantara kalian, kata-kata kesunyian jiwa, kata-kata ku ukir kata cinta, kata2 fuck love, kata2 fuck unt cew, kata2 hati ku, kata2 mengenai suara hati, kata2 suara hati cinta, katakata suara jantung dan hati, kau bintang di hati ku - puisi, kecewa karena penderitaan, kemana ku melangkah, melangkah menujuh penderitaan cinta, Mereka, penderitaan cinta, penderitaan puisi, puisi ada diantara kalian, puisi ada yang lain di dalam hatiku, puisi aku dan kalian, puisi aku diantara kalian, puisi apa yg kau pikirkan, puisi bersama kita melangkah, puisi cinta hati ku, puisi diantar kalian, puisi diantara kalian, puisi engkau adalah hatiku, puisi hati dan jiwa, puisi hatiku, puisi hatimu dan hatiku jadi satu dalam satu jiwa, puisi jangan menangis lagi, puisi jeritan hati, puisi jgn ada rahasia diantara kita, puisi kasih tak sampai, puisi kata hati yang terpendam, puisi kau bintang hatiku, puisi kau bintangku, puisi kau di hatiku, puisi kau hanya mementingkan perasaan sendiri, puisi kegalauan diantara 2 cinta ku, puisi kesunyian hatiku, puisi kesunyian jiwa, puisi menusuk kulit, puisi menyentu, puisi menyentu hati, puisi menyesal cinta, puisi menyesal karena cinta, puisi menyesal karena kecewa, puisi penderitaan, puisi penderitaan cinta, puisi penderitaan hati, puisi penderitaan kehidupan, puisi penderitaan kehidupan tanpa ibu, puisi penderitaan ku, puisi penderitaan yang mendalam, puisi penderitaanku, puisi perkataan mu, puisi puisi hatiku, puisi sesuatu yang samar, puisi siapa yang sebenarnya di hatimu sekarang, puisi suara, puisi suara hatiku, puisi suara hatiku nike, puisi suara jiwa, puisi surat untuk jiwa dan kalian, puisi tentang kehampaan, puisi tentang penderitaan ku, puisi tentang suara, puisi terbelenggu jiwa, puisi tuhan kau tau hatiku, puisi urat nadiku, puisi-puisi suara hati, sadari hati bahwa aku tak lagi di hatimu, start, suana hatiku, suara hati ku, suara hatiku, suara hatiku puisi, suara kata-kata cinta, suara puisi, terbelenggu, tuhan, waktu, waktu kian berlalu tanpa aku sadari apa yang telah aku raih dalam kehidupan ini
Category: Cinta
kasih tak sampai rupanya…
dah sering n dah banyak manusia yg merasakan apa yg anda rasakan..keep fighting men…
cinta diciptakan bukan untuk sendiri…
jeritan hati sebenernya ……………………….
keep your fucking love men dan cinta untuk sendiri
siapa yang akan mencintai lo kalau bukan diri lo sendiri.
AKU BUKANLAH PENYAIR, AKU HANYALAH SESEORANG- YG SEDANG-MENCARI BENTUK, WUJUD ASLINYA SENDIRI
http://www.duniasastra.com
Dikeheningan malam aku telah berjalan , menyusuri lorong-lorong kotorku dan ruhku juga telah memasuki rumah-rumah kalian . Detak-detak jantung kalian juga berdegup didadaku , dan nafas-nafasmu menghembus pula di hidungku.
Dan aku bukanlah seorang penyair aku hanya sekedar mengucapkan rangkaian kata tentang sesuatu yang sebenarnya kalian sendiri telah tahu didasar alam pikirmu.
Diantara kalian ada yang menyebutku angkuh , hanya mementingkan kegemaranku menyepi dan mengatakan kepadaku : ” Ia berbicara dengan tetumbuhan dan para satwa ,bukan dengan kita manusia . Seorang diri ia duduk dipuncak-puncak perbukitan memandang rendah pada kota dan kehidupan”. Sebagian yang lain diantara kalian berbicara kepadaku meski tanpa kata-kata : ” Ia orang yang aneh , orang ganjil , pencinta keluhuran yang tak teraih, untuk apa bermukim dipuncak-puncak gunung tempat elang bersarang, dan mengapa pula mencari sesuatu yang wujudnya belum pasti ?”…”Angin apa yang hendak kau tangkap dalam jala-mu . Burung ajaib manakah yang ingin kau jaring dilangit biru ?!…Kemarilah engkau bersatu dengan kami , turunlah bersama kita akan berbagi roti , dan lepaskan hausmu dengan anggur-anggurku !”
Memang aku telah mendaki “puncak-puncak perbukitan” dan sering pula aku mengembara dalam “kesunyian ” hutan.tapi aku juga akan tetap dapat mengamati kalian tanpa perlu “turun” dari puncak pegunungan.
Kesunyian jiwa telah menyebabkan mereka melontarkan kata-kata itu, namun apabila kesunyian itu mendalam lagi, maka mereka akan dapat mengerti, bahwa apa yang aku cari adalah rahasia terdalam jiwa manusia ,dan yang aku buru adalah sukma agung manusia yg menjelajah kesegala penjuru semesta.
Dan Kesunyian itulah yang menuntunku melangkah menuju “lorong penderitaan” sekaligus teman keagungan spiritual…..
Aku orang yang percaya sekaligus peragu, betapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri sekedar untuk menghayati nilai kebenaran . Dan keyakinanku berkata manusia itu tak terkurung dalam raga dan jasad yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan, melainkan ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi cakrawala dunia . Jika kata-kataku memasuki samar, kalian tak perlu gusar karena asal mula segala sesuatu adalah samar , meskipun akan jelas pada akhirnya.
Sebab apakah pengetahuan itu jika bukan bayangan dan pengetahuan yang terpendam bisu. Pikiran kalian dan jalinan kata-kataku, digetarkan oleh gelombang yang satu ,terekam dan terpatri diantara hari-hari dan masa silam yang telah berlalu , sejak bumi belum mengenal dirinya sendiri dan kegelapan belum terkurung oleh pekatnya malam .
Pahamilah kata-kata orang bijak dan laksanakan dalam kehidupanmu sendiri . Hidupkanlah kata-kata itu , tetapi jangan pernah memamerkan perbuatan -pebuatan itu dengan menceritakannya, karena dia yang mengucapkan apa yang tidak dia pahami , tidak lebih baik dari seekor keledai yg mengangkat buku-buku.
Jangan pernah menyesal karena kalian ‘buta’ dan jangan pernah merasa kecewa karena kalian ‘tuli’, sebab dipagi ini fajar pemahamanmu telah merekah untuk kalian didalam mencari rahasia kehidupan . Dan kalian akan mensyukuri segala gulita- sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya.
Dan segala yang “tak berbentuk” selalu berusaha mencari “bentuknya”, seperti berjuta-juta bintang yang menjelma menjadi matahari…
Dan kulihat…….Kehidupan itu bersifat dalam , tinggi dan jauh , hanya wawasan luas dan bebas yang dapat menyentuh kakinya , meski sebenarnya ia dekat !.
Banyak sudah orang bijak yang telah mendatangi kalian untuk mengajarkan hikmat dan pengetahuan . Dan aku datang untuk mengambil hikmat itu dan lihatlah kutemukan sesuatu yang tak ternilai didasar hati, laksana air pancuran yang melegakan jiwa.
Setiap kali aku datang ke air pancuran itu , dikala dahaga hendak membasahi kerongkongan , aku dapatkan air itu sendiri tengah kehausan -dia meminumku selagi aku meminumnya !
Hartono Beny Hidayat Elaboration with KG