puisi terakhir


Puisi ini ditulis oleh pada
3 January 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

ketika ku rasa lelah tanganku menulis
dan fasih sudah ku bicara
maka ku gantung penaku di sudut kamar
lalu berhenti merangkai kata

sudah terlalu banyak
aku takut nanti kau bosan

malam ini langit tak lagi ku gores
tapi ku undang bintang berbincang bersamaku
meski tak merdu menggema
aku tetap belajar memakna harihari

puisi terakhir
romantisme sebuah masa
di mana aku lebih memilih diam
dan memahami kesunyian

dengar aku bicara
dan jangan lagi membaca tulisanku
karena katakata ternyata
tak mengarti terlalu banyak
kini waktuku banyak

jadi aku bicara saja
***

Torehan puisi-puisi lainya :

    jembatan kenyataan by lyogi (4 comments)
    aku memulai sebuah langkah langkah dari perjalanan untuk menjalani kehidupan di saat aku mulai memah …

    Busuk dan Membusuk ! by Pandeka Merah (0 comments)
    di ambang dua pilihan menyesakkan mari meneruskan sudah mencukupkan tetap  bimbang lupa terpaku wak …

    Terbelenggu by dyatri (0 comments)
    kami bermain, tertawa dalam canda masa kini adalah surga meski masa nanti adalah mimpi tapi kami tet …

    mengenang munir by tembeliung (0 comments)
    kubaca lagi dirimu meski tahun-tahun berlalu dan kau telah menjadi debu disekujur tulang-tulangmu ta …

    Setangkai Mawar Di Sudut Beranda by setodanu (0 comments)
    kuletakkan setangkai mawar disudut beranda dimana kau biasa ada walau kutahu kalau kau tak kan perna …

    Dik… by widyasafitri (0 comments)
    Tak perlu menangis lagi dan mengingkari buah cinta yang telah terjadi Ini hidupmu. Hadapi dan terima …

    Makna sebuah idealisme by just_me (1 comments)
    Dan kamu bilang kamu telah cukup banyak mengajariku tentang idealisme Tentang kekuatan sebuah karakt …

    Kamu dan Aku by WebAdmin (4 comments)
    Kalau aku ini satu maka aku adalah tiada Kalau pijakmu jengah maka aku terbang saja Kalau aku awan d …

    SALAHKU KAH ? by WebAdmin (4 comments)
    apakah aku terlalu cepat datang menghampirimu untuk mengatakan betapa aku menyayangimu apakah aku te …

    SALAHKU KAH ? by WebAdmin (2 comments)
    apakah aku terlalu cepat datang menghampirimu untuk mengatakan betapa aku menyayangimu apakah aku te …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Free Poem

Leave a Reply