Pagi Sebuah Kerinduan


Puisi ini ditulis oleh pada
3 January 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 1.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Hening pagi ini kusambut bersama
mataku yang mulai terbuka,
tanpa kokok ayam dan tetesan embun.

Pagiku hadir bersama sejumput keletihan
dan kegamangan yang entah kubawa dari malam
atau sudut ingatan yang mana.

Pagiku yang kujelang kali ini
adalah pagi kerinduan.

Yang hadir bukan sebagai lanjutan dari
kisah mimpi yang indah.

Pagi kerinduanku beranjak dari hidup yang resah,
ketika batin bergolak dan mendambakan
kisah cinta yang adil dan manusiawi.

Sejenak kuhirup udara dingin dan lembab,
sesak, panas dan tiada gairah dalam kerinduanku.

Kerinduanku,
pada sebuah paginya adalah kemustahilan
yang akan kutempuh bersama derak hidup
yang terus mendorongku maju
menghabiskan sisa hidup yang masih dikuasai takdir.

Pagi sebuah kerinduan
mulai beranjak bersama mentari yang meninggi
tapi selama masih dibawah matahari yang sama,
tidak ada yang baru, begitupun dengan kerinduanku
hanyalah sebuah kisah yang selalu terulang,
yang kadang terasa bijak dan hambar tiada makna.

Tapi kerinduan harus tetap beranjak pagi ini,
bersama mereka yang masih mencintai harapan
dengan segala impianya,
sebab bersama mereka-mereka itu kisah-kisah cinta
akan hadir dan kembali diceritakan.

Kali ini manusia tak perlu lagi menyangkal dirinya
dengan pura-pura melihat senja yang sudah membayang.
Saat ini masih pagi untuk semua harapan,
walau tanpa titik embun dan kokok ayam.

(Persembahan kepada Dian “Ann”/Agustus 2007)

Torehan puisi-puisi lainya :

    Sebuah Perjalanan by katjha (0 comments)
    Kepada Sebuah Lentera pagi ini kusambut dengan geliat enggan, dengan mataku yang malas, dan dera naf …

    Kidung Asmarandana untuk “ANN” by katjha (0 comments)
    kepada Ann …. lantunan kidungku ini, bukan sebagai pengobat rindu yang mengharap belas kasihmu. ki …

    Di Bayang Wajahmu by katjha (6 comments)
    Melalui senja ini, dalam temaram cahaya matahari kulihat guratan hatimu terukir untuk mengatakan seb …

    Deklarasi Cinta by katjha (0 comments)
    Hanya kata berbahan jiwa hati yang tulus aku katakan kerinduan. Ingin aku bernyanyi, tetapi desahan …

    Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum by katjha (0 comments)
    Kala itu waktu pagi yang remang dan masih berselimut kabut. sebuah penggunungan yang sepi dengan keb …

    Biarkan Hujan Itu Menanti by katjha (0 comments)
    Sebuah sore, dengan aku, dia dan desir angin yang mulai menepi. masih terlalu sepi untuk sebuah perj …

    daun dan pena by dewa (1 comments)
    saat jiwa ini telah terlelah oleh dekapan sang malam di kala raga ini sendu oleh kenangan dari rindu …

    Hikayat Sebuah Malam by katjha (0 comments)
    Dera angin, singgah di beranda ini. Saat malam masih dalam lamunan, langit menghitam, bertabur rasi …

    Antara Aku dan Kau by WebAdmin (3 comments)
    bukankah perkenalan ini adalah sebatas basa basi? tatkala aku telah mengenal dirimu sebelumnya..namu …

    Buku Jiwa Bagi Para Penyentuh Kehidupan by WebAdmin (1 comments)
    Seseorang melangkahkan kakinya kepada lembaran-lembaran kisah hidupnya Lembaran-lembaran yang sudah …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Cinta

Leave a Reply