Bayang-Bayang Dirinya

Aku bukanlah seorang pujangga
Syair-syairku tak lebih dari kata-kata gamang belaka
Keraguan adalah pembaringanku dan keputusasaan adalah selimutku

Burung merpati bukan hanya terbang sembarang
Angin bukan hanya bertiup semilir
Memadu kasih bukanlah sebuah permainan
Sama sekali bukan

Pernah aku bertemu putri tidurku
Seolah tak ingin kehilangan kukejar dirinya hingga padang mimpi
Bayang-bayang dirinya seakan-akan dapat kuraih
Kuulurkan lengan ini agar dapat menggenggam tangannya
Hingga aku mampu berlari bersama dirinya

Kini dirinya serasa semakin menjauh
Memanggilnya hanya membawa kekecewaan
Karena aku tak tahu di mana dirinya berada
Sepasang kaki yang letih ini tak mampu lagi mengejarnya

Masih adakah keberanian untuk tetap mengharapkan dirinya?

Pikiran yang keruh, jiwa yang sakit dan raga berlumuran dosa
Tak pantas kuberharap apapun

Sesalku untuk temani sepiku
Candaku untuk tinggalkan sedihku
Senyumku untuk lupakan kekecewaanku
Ingin rasanya kutertawakan cermin di hadapanku ini karena kebodohannya


Leave a Reply

Tautan komentar adalah nofollow free.