andai datang suatu masa
ketika persekutuan angin-bintang
menjelma bukan lagi bayang,
apa yang kau impikan?
rumah dari semua puisi cinta
yang belum sempat kita tuliskan?
taman bunga dari selaksa rindu
yang selama ini kita pendam kejam?
bolehlah..
tapi karena kita adalah jelata
yang akan meruntuhkan singgasana
dan mencopot mahkota
maka jangan banyak berharap
selain bulan madu di surga.
ramadhan-dzulqaidah 1428
Similar Posts:
- Perpisahan Dua Malaikat by WebAdmin (1 comments)
- Kepada D yang masih saja bersemayam di dasar hatiku mempercayai segala dusta mereka tentangmu memang …
- please dong ah!! by Galang (0 comments)
- please dech… Dulu emang aku nungguin kamu, Dulu emang aku berharap kamu datang kepadaku, Dulu…it …
- Ibu by WebAdmin (0 comments)
- 9 bulan aku singgah dirahimmu 9 bulan aku menanti hadirnya hari baru do’a mu adalah masa depan ku ai …
- Sudahlah by 21040058 (1 comments)
- Pak, ayo! Kita lestarikan korupsi, kebudayaan nasional menurut kita! Jangan lupa kolusi dan nepotism …
- Pecundang by WebAdmin (1 comments)
- kau anggap ini hanya lelucon belaka atau kau kira aku hanya bercanda padahal ini semua nyata ku tak …
- Kamu by WebAdmin (1 comments)
- Aku mencintaimu manusia Terkadang melebihi cintaku kepada sang pencipta Walau kau jauh dari sempurna …
- Kenapa perbedaan selalu jadi alasan tuk berpisah? by Adi Jovetic (23 comments)
- Dia selalu bimbang akan dirinya… Dia selalu bertanya akan mimpi-mimpinya… Dia selalu berharap it …
- Terbelenggu by dyatri (0 comments)
- kami bermain, tertawa dalam canda masa kini adalah surga meski masa nanti adalah mimpi tapi kami tet …
- mengakhiri kisah ini untuk yang terbaik by Just_ste (0 comments)
- saat ku berjalan menyusuri waktu yang lalu tak ada kata maupun sapa seperti pula mendung kelabu yan …
- Do’amu by WebAdmin (0 comments)
- Aku terlelap dalam gelap mendekap. Suaramu bergaung suram dalam kelam. Do’amu-kah, wahai kawan lama? …
Last 5 posts by ahmad nadhif
- merindukanmu - January 24th, 2008
- di mana sembunyi - October 11th, 2007



(12 votes, average: 3.50 out of 5)
{ 2 comments… read them below or add one }
puisi sederhana yg berakhir dengan kesan romantis dalam kalimat, “jangan banyak berharap selain bulan madu di surga”. setidaknya, begitulah yang saya tangkap. saya baru di sini. bolehkah saya bertanya bagaimana caranya agar puisi-puisi saya menjadi ‘post’ dan bukan ‘draft’?
terima kasih.
jalan yang ditapaki hanya langkah-langkah kecil
tapi asa menjelma bagai elang
menerawang mengangkasa
menembus langit mengaburkan mimpi
saat kenangan dan asa lebur di dalamnya
puisinya lembut sampai tak terasa kita sudah menelannya berkali-kali