Menunggu Kereta Berangkat

Menunggu Kereta Berangkat,
Berharap Kau Selalu Dekat

Menunggu kereta berangkat ciptakan ruang tak bersekat, Cinta
tak diganggu ruang dan waktu, di dalamnya kau dan aku; satu.

Kotaku dan kotamu tertata sementara di bilangan jam tua,
bahkan aku selalu merasa mereka ada ketika kuterjaga saja.

Pekik peluit petugas, tuas-tuas rem dilepas, bendera dikibas,
melepas katup-katup rindu. Meletup! Meletuplah aku!

Ini rindu yang bertebaran di udara, bukan lagi asap batubara.
Cinta telah ciptakan wangi semesta; Kuhirup, hiduplah aku!

Perjalanan ini tak lama, persis tulisan di brosur pariwisata.
Sabarlah, Kekasih. Sebab seperti itu juga, penantianmu tak lama.

Kau tahu, Kekasihku, aku selalu berharap kereta cepat
berderap, hingga jarak kita semakin rapat, semakin dekat.

Dan ini sungguh lucu. Entah bagaimana aku merasa hatiku
telah jauh tinggalkan kereta yang melaju. Menujumu.
2007

author: dedy_tri_r [dedi@...]

Last 5 posts by WebAdmin

Popularity: 3% [?]


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 2.57 out of 5)
Loading ... Loading ...

One Response to “Menunggu Kereta Berangkat”

  • 1
    iwonk Says:

    kereta akan terus berjalan, mengikuti arah kemana rel besi itu menunjuk
    kereta akan terus berjalan, tanpa ada ujung tujuan yang pasti
    kereta akan terus berjalan, sebagaimana sang manisin inginkan
    dia akan terus setia kepada tuannya
    sebuah sang besi tua yang telah halus tergilas roda besi
    kesetiaan yang tanpa ujung…….

Leave a Reply


Tautan komentar adalah nofollow free.
396 views