December 4, 2007
Terlanjur Khidir di Tangan Bunda *edelweis Berlayarlah hingga batas mana cinta pernah kita idamkan Jika patah cadikmu karena ombak Ambil lenganku julurkan lagi sebagai pengganti Di lautan mana ikan-ikan tak lagi menari Cinta pernah tertanam di celah ganggang dan rumput laut Ketika itu musim belum mengampak karang sebagai batu kapur Cincin yang kini melingkar di [...]
Read the full article →
December 3, 2007
Kau datang dikala hatiku tidak siap. Takut untuk mencoba… Takut untuk… Takut… … Terkadang aku berpikir, Apakah kau diluar jangkauan tangan dan hati ini, Atau hanya akulah yang takut menjangkaumu? Apakah aku harus berpaling, Berjalan sendiri, menjauh darimu, Atau haruskah kupersiapkan lagi hati ini untukmu? Waktu telah berlalu. Tiada kutemukan lagi hasrat untuk menggapaimu. Tangan [...]
Read the full article →