REQUIEM

by Karuna on November 28, 2007

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

duapuluh empat ekor gagak terbang ke barat
bayangnya jatuh pada atap gubuk ini
sedangkan semua orang telah berangkat
ke garis depan
memanggul sebuah harapan :
pertanda apa lagikah ini ?

duapuluh empat ekor gagak
swaranya riuh bagai nyanyian kematian
sayapnya kibaskan bau bangkai
dan kau lihatlah :
dadaku koyak kerna luka kemarin, dan
nafasku tingal satu-satu
sedang disini tinggal tersisa
senapan kosong dan sebuah bayonet

tapi aku harus segera berangkat :
barangkali inilah saatnya !

Similar Posts:

    Yang Selalu Terapung Diatas Gelombang by WebAdmin (4 comments)
    Seseorang dianggap tak bersalah, sampai dia dibuktikan hukum bersalah. Di negeri kami, ungkapan ini …
    Ndayah(lili muzdalipah) by oebay (0 comments)
    adalah sebuah nama..mengalir hangat d pembuluh nadi,mengintip dalam celah pori dan trsmbunyi dalam r …
    Sajak Orang Lapar by WebAdmin (0 comments)
    kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam …
    Suara Kalbu by @-one (1 comments)
    tempatkan aku di hatimu satu sudut saja dari empat bilik jantungmu lalu gemit aku di jiwamu dengan p …
    pada bunga aku berkata by BackPackerz (0 comments)
    kemarin mataku menangkap sebuah bayang bidadari disinari mentari walau bukan pagi dadaku menahan se …
    Puisi Ikranagara: BANTUL 2006 by WebAdmin (3 comments)
    Ikranagara: BANTUL 2006 tak ada lagi kata tatkala bumi berguncang amatlah kerasnya di bantul mata ya …
    Requiem Pagi Hari by Pandeka Merah (0 comments)
    akankah kita bercinta ? diantara permainan tangkap lari lalu tersekap bersembunyi namun cukup bagiku …
    Cinta Sang Nabi by Hamdani (1 comments)
    Allah dan malaikatnya bershalawat untukMu, empat alam dan penghuninya jatuh hati padaMu, Kau, penghu …
    Sudahlah by 21040058 (1 comments)
    Pak, ayo! Kita lestarikan korupsi, kebudayaan nasional menurut kita! Jangan lupa kolusi dan nepotism …
    Demi waktu by cke (0 comments)
    Waktu seperti merayap… Hari seolah tak pernah berganti… Tapi rindu semakin menggebu hingga menye …

Last 5 posts by Karuna

Leave a Comment



Previous post:

Next post: