siang
terik mentari membakar
geliat ilalang dan desah angin
kau membuka sepatu dan menghitung langkah
diantara ricik air kali
ditepi malam
kita bersimpuh panjatkan doa
darah mengucur dari tangkai kamboja yang luruh
bau dupa menyesakkan menyergap dan
lidah awan yang menjilat-jilat
“Dimana ?â€, tanyaku
“Disini !â€, jawabmu sambil
menunjuk tulisan di batu nisan itu :
nama kita yang mati tepat pada hari lahirku !
Similar Posts:
- Aku Masih Disini by fidelicious (1 comments)
- bila tidak dihapus jejak, suaramu membisik di teli …
- Aku Mati by WebAdmin (0 comments)
- aku mati… aku mati tanpa rasa… rasa telah lama …
- Rindu by WebAdmin (23 comments)
- Malam mengadu rindu Kekal, menjelma kelambu Tak sa …
- RIP by rere aje (0 comments)
- Tak mau kau kuberi cinta Kuberi kau luka Kutusuk k …
- Sampah segala Sumpah by bayu200687 (3 comments)
- maka ketika kuucapkan selamat tinggal, padamu kuta …
- Sejak luka itu aku mulai mencintaimu. by Wimfi Three hady Irawan (2 comments)
- pernah aku mengenggam seribu duri berikut oaknya y …
- Menjelang Sidang Skripsi by WebAdmin (2 comments)
- Telah Nyeri Seluruh Sendi Telah Luruh Lemak Separu …
- Sendiri by Galang (0 comments)
- Disini kududuk sendiri menanti pagi yang tak perna …
- Seumpama Surga by 21040058 (1 comments)
- Nafas mana menghunuskan nada Surga? Di telapak kak …
- Hari Ini by WebAdmin (0 comments)
- hari ini adalah hari paling spesial buat ku Hari i …
Last 5 posts by Karuna
- PAGI INI KETIKA, - April 8th, 2008
- Debu - March 24th, 2008
- ZIARAH - January 24th, 2008
- SERENADE PAGI - January 3rd, 2008
- KOTBAH - January 3rd, 2008
Like this post? Post Comment, Subscribe RSS



{ 2 comments… read them below or add one }
ouh..
it’z not so bad..
good..
i like it..
succes for u..
one word 4 U…
“GOOD!!”