Biarkan Hujan Itu Menanti

by katjha on November 27, 2007

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sebuah sore,
dengan aku, dia dan desir angin yang mulai menepi.

masih terlalu sepi untuk sebuah perjamuan dan
pesta pora menyambut musim yang akan tiba.

Aku dan dia,
masih termenung, menatap bentangan hari menuju senjanya.

Aku dan dia, menikmati sepi
bermonolog dalam diam.

Namun aku dan dia datang
pada tempat orang-orang melihat dan berkata
tentang aku dan dia.

Pada sore ini,
aku dan dia menanti sebuah hujan
yang mengantar hari pada sebuah senjanya.

aku dan dia, datang ke tempat ini dengan senyum dan kerinduan
pada gemuruh hujan dan kilatan petir,
pada derak-derak prahara yang mengigilkan tubuh,
dan dinginnya air yang membasahi aku dan dia
adalah daya hidup yang akan terpeluk erat,
pada bara kecintaan antara aku dan dia.

Aku dan dia,
datang di sore ini bukan sebagai sajak yang merindukan
penyairnya, bukan pula sebagai deru ombak yang menanti sebongkah bukit karang.

Aku dan dia datang sebagai seekor rajawali yang terbang sendiri
di atas langit tinggi.

Sebagai jiwa yang bebas dan mencintai prahara
seperti hujan yang membawa gemuruh dan deru kilatan petir.

Dan seperti itulah aku dan dia merindukan sebuah cinta,
merindukan sebentuk kebebaan dari sebuah sudut hidup terasa besar.

Aku dan dia merindukan gemuruh hujan yang gelap,
menyambutnya dengan kaki-kaki yang telanjang,
membuang pelita dan meninggalkan tempat yang terang ini.

Kini,
dalam temaram lembayung senja kemerahan,
dia berkata padaku “biarkan hujan itu menanti”
menanti mereka yang merindukan kebebasan,
lewat bendera-bendera cinta yang mereka kibarkan
Dan kepada mereka yang terasing dan mencintai hidup
karena, mereka menolak untuk tunduk pada cinta yang mapan dan menindas.

Biarkanlah hujan itu menanti
musim yang akan tiba, dan kepak sayap kupu-kupu
kuning musim semi yang terbang bersama kecintaanya.

(Mengenang Guinevere/November 2006)

Similar Posts:

    Ketika Hujan Tiap Sore by katjha (2 comments)
    Semilir angin pegunungan mengalun dingin rintik-rintik renggang menjadi banyak… jatuh menjadi huja …
    angin by galind56 (3 comments)
    musim dingin.. musim saat hangat menahan nafasnya.. saat angin mencari jati dirinya.. saat salju men …
    Perempuanku by katjha (0 comments)
    Bukan musim tanam padi, engkau datang dan memalingkan muka terdiri di pematang sawah kering, seulas …
    ANAK by WebAdmin (0 comments)
    Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perih …
    Hujan by anak_hilang (0 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim Hari mulai hujan terus Didahului dengan langit …
    HUJAN by anak_hilang (2 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim, Hari mulai hujan terus, Didahului dengan lang …
    Cinta by WebAdmin (0 comments)
    Hari indah Pemandangan indah Burung berkicau merdu Melagukan kata hati terindah Mereka terbang mengi …
    Menanti Hujan by Kiki Febriyanti (0 comments)
    bertanyalah kepada sang peramal cuaca kabarnya hujan kenapa ia tak juga datang membasahi gersang han …
    Kidung Asmarandana untuk “ANN” by katjha (0 comments)
    kepada Ann …. lantunan kidungku ini, bukan sebagai pengobat rindu yang mengharap belas kasihmu. ki …
    Nikah Ilalang by katjha (0 comments)
    Bertaut dalam semak padang rawan rona tipis fatamorgana, sederet rumput-rumput kuning setengah keri …

Last 5 posts by katjha

Leave a Comment



Previous post:

Next post: