SD INPRES 5/81 DESA PARUMPUNG
Sebuah ruang kusam senantiasa menitikkan kesedihanmu. Kesedihan yang terbias dari bersinarnya paras wajahmu. Senyuman kecil yang selalu menyebarkan kesabaran yang begitu besar dengan harapan yang begitu mulia. Keceriaan kecil hati yang selalu menemani hari-hari mengiringi perjalanan karirmu yang begitu sulit untuk diterima. Menghadapi kebutaan manusia-manusia kecil terhadap diri dan hati menjadi sebuah bumbu pahit sebagian besar waktumu. Memang kemuliaan tujuan tidak selalu diiringi oleh kemauan hati nurani, tetapi keikhlasan menjadikan semuanya begitu indah. Keikhlasan yang menjadi dasar dari besarnya rintangan yang kau hadapi membuat teriakan hatimu terpaku pada sebuah keberhasilan yang hanya akan dinikmati oleh orang lain. Sebuah keberhasilan yang tak akan pernah singgah di hari depanmu. Sebuah keberhasilan yang hanya akan melupakan semua tentangmu. Sebuah keberhasilan yang tak akan pernah berucap terima kasih akan segala peranmu.
Mulia hatimu…
Ikhlas pemberianmu…
Menerangi kebutaan diri…
Mewujudkan keinginan hati…
Terima kasih Guruku…
Last 5 posts by anjasberguna
- akhirnya - January 3rd, 2008
- Jejak Lumpur - November 25th, 2007
- Merah Senja - November 25th, 2007
- Bintang - September 21st, 2007
- Rumah Tak Berdinding - August 22nd, 2007
Popularity: 1% [?]

(6 votes, average: 4 out of 5)