Terbelenggu

by dyatri on November 15, 2007

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

kami bermain, tertawa dalam canda

masa kini adalah surga

meski masa nanti adalah mimpi

tapi kami tetap tertawa

seakan tak ingin kehilangan rasa yang membara

lalu ketika belenggu kondisi bicara

dengan lantangnya berkata “tidak bisa!”

kami terdiam

hati perih, mata basah

tapi mulut cuma bisa diam

dan kaki kaki yang berat terseok menjauh

hati tertinggal di tempat terakhir kali kami berjumpa

entah apa di depan sana

berjalan saja meski luka terus menganga

karena kami tau yang dikatakannya

memang tidak bisa

tapi yang sejati

tak kan pernah terganti

Similar Posts:

    Yang Berkuasa by Maggothz (0 comments)
    Berjalan ku tak tentu arah Di hatiku berkemelut resah Kulihat bunga mawar terindah Yang tumbuh dari …
    Jeritan Bayi by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Aku memang hanyalah seorang bayi Aku tidak punya apa-apa Aku hanya bisa menangis Aku hanya bisa mere …
    Di Sepanjang Michigan Avenue by WebAdmin (1 comments)
    daun daun begitu ingin menyentuh ujung sepatuku di sepanjang michigan avenue gerbang sekolah adalah …
    Terserah Kau Saja by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Kami semakin apatis Kami semakin muak Entah sudah berapa kali mendengar Entah sudah berapa kali dibe …
    Hujan …Menghina Untuk Terakhir Kalinya by omegachaos (0 comments)
    Hujan…. Hanya merintih kecil kali ini Seakan mengerti kali ini Hanya manusia kecil tak berarti Yan …
    puisi terakhir by brokenlilly (0 comments)
    ketika ku rasa lelah tanganku menulis dan fasih sudah ku bicara maka ku gantung penaku di sudut kama …
    suara hati ditepian karang by WebAdmin (0 comments)
    Suara hatiku dalam Hampa di keheningan terasa seperti terpental jauh… sampai terjatuh diatas genti …
    ANAK by WebAdmin (0 comments)
    Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perih …
    My first love by WebAdmin (0 comments)
    Dia berhak mendapatkan senyuman…setelah dia dengan tulusnya tertawa Dia berhak mendapatkan kesetia …
    Jangan Pupus by dyatri (1 comments)
    pada kaki yang kadang berat menyambung langkah pada jiwa yang kadang letih menyimpan tanya pada hati …

Last 5 posts by dyatri

Leave a Comment



Previous post:

Next post: