bila tidak dihapus jejak,
suaramu membisik di telinga
merajut mimpi yang pernah kita cari
bawa haru yang mengaburkan asa.
padamkan lilin itu
dan syair pun akan mati
seiring berjalannya senja
yang menghilang di batas kota
jika jejak terhembus kata
apa dan dimana menjadi tanya
dia tetap menjadi debu
bersarang di kalbuku.
aku bercermin pada jendela
mari kita lewati getir berdua
hingga luruh semua jiwa
menatap lagi apa yang tersisa..
bersama kejora disana
mencari sinar yang telah padam itu
mengganti pijarku..
menyinari dirimu.
Similar Posts:
- Di bawah Langit Jendela Tua, tak Kuucapkan Lagi Namamu by irsyad.zaki (1 comments)
- Di bawah langit jendela tua, tak kuucapkan lagi namamu Kita telah lelah berkabung. Pertemuan dengan …
- Sahabat Jadi Cinta by WebAdmin (0 comments)
- Kudapati diri ini semakin tersesat Saat kita bersama Qu rasakan jiwa ini semakin tersiksa Saat kita …
- cinta tulus by puisi.indonezia.net (6 comments)
- tulus mencintaimu tiada perasaan lain yang kumiliki saat ini, kecuali perasaan cinta dan kasih sayan …
- Jejak Kekasih… by lembayung (0 comments)
- dingin pagi melingkup dunia kecilku kuingin kau selalu hadir disetiap jaga dan lenaku kujuga ingin k …
- tulus mencintaimu by puisi.indonezia.net (0 comments)
- tiada perasaan lain yang kumiliki saat ini, kecuali perasaan cinta dan kasih sayangku terhadapmu tia …
- Segelas Anggur Untuk Guinevere by katjha (0 comments)
- Ini anggur dari daerah Corsica sudah 20 tahun disimpan dalam gudang. tentunya enak kalau kita habisk …
- BIRU 3 by meadow (0 comments)
- Aku yakin kau setuju Seperti semuanya di tempat ini Di hadapan dinding-dinding ini Di sela deru nafa …
- Disini ( Kota Tua ) by Devin_Dchy (0 comments)
- Andai waktu mampu ku putar,, ku ingin menyingkap dimana rasa salahku yang ku buat?? tiada kata yang …
- Sosok Rupa Yang Lain… by lembayung (0 comments)
- sosok indahnya yang membuatmu berpaling dari kasihku sunggingannya membawamu melangkah jauh meningga …
- syahwat sang kyai by WebAdmin (2 comments)
- demi fatima demi aisyah dimulyakanlah engkau, nyai maka ikhlaskan aku menikah lagi hendaknya pandang …


(3 votes, average: 4.67 out of 5)
{ 1 comment… read it below or add one }
Sangat enak untuk dituturkan secara lisan…
Anda jago ‘menghitung’ suku kata tiap baris.
Soal makna, hemm… penonton tak bleh mendebat kan?
tetap semangat ya…