Bulan Purnama


Puisi ini ditulis oleh pada
10 November 2007 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 3.15 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Bercermin pada telaga
Tanpa terasa dalam keruhnya suasana
Menunggu dalam dua musim berganti

Bulan berbaring disana
Dalam malam lindungan mega
Buta kelangsungan dan pilihan tak terduga

Entah apa yang terjadi
Terasa tak menentu panik dalam pelukan waktu
Erangan bulan buat gagu

Mega berlalu membuka tirainya
Tersenyum kepada alam,” Selamat”, katanya
” Bulan hadirkan purnama”.

Torehan puisi-puisi lainya :

    Bulan Sabit Menutup Bintang Cinta by katjha (1 comments)
    Andai aku bisa menggapai bulan sabit di atas mega-mega kelam hanya sekedar untuk melihat, kemudian …

    tahun baru … by a_de2n (1 comments)
    tak terasa tahun berganti tak ada artinya buat ku seperti hal nya cicit burung di pagi hari di awal …

    Bukan Hal Biasa by syifaku74 (2 comments)
    Awal berjumpa Semua biasa saja Cuma mungkin Engkau agak istimewa Dibanding yang lainya Aku Biasa saj …

    Aku adalah lukanya by Wimfi Three hady Irawan (0 comments)
    Kau pernah hadir memuja diri ku tak sebait bahkan setinggi bintang kau puji setiap malam kau hafalka …

    pada dia yg selalu by Wimfi Three hady Irawan (0 comments)
    kisah dalam mimpi kususun walau aku terjaga walau seribu jarum menusuk jantung buat diriku terdiam p …

    Perjalanan by m4rc3l (1 comments)
    Bila langit takkan mendengar Bila waktu telah sungkan berjalan Aku tetaplah aku.. S’lalu larut dal …

    Senyum Di Pagi Januari by katjha (1 comments)
    “Selamat pagi” Engkau berucap padaku lirih tapi dengan senyum manis. Sejenak sepi, kemudian aku meny …

    Sesaat Kau Hilang by Rukmana Faisal (0 comments)
    Tangismu membuat kumeradang….kesal Sesaat kubiarkan engkau dengan tangismu itu Kubiarkan kau terka …

    JADILAH TEMANKU UNTUK SEKEDAR BERLARI by setodanu (0 comments)
    . sepetang inipun ku masih sendiri berteman secangkir kopi yang mengepulkan wangi sejati dan diselim …

    Dimiliki dan Memiliki Sepenuhnya by dr.Kartika Honggo (0 comments)
    Detik – detik waktu di kamarku Membangunkanku tetap terjaga Dipanggilnya aku oleh sang bulan Dudu …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Free Poem

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. BoysWhoCries says:

    tolong bisa berikan puisi yang berima gak…?

Leave a Reply