Dan Ketika…

… semua denyut darah,
berikut detak nafasku,
Tuk pertama kalinya,
Berhenti,
dan berubah menjadi setetes airmata tanpa seulas senyuman…
Dan tuk kesekian kalinya,
Kau pejamkan pedulimu,
Matikan semua gema vaganza,
Terdiam,
dan berubah dalam seulas senyuman tanpa setetes airmata…

Lengkapkan sebait sepi dalam lukaku.

Popularity: 2% [?]


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (23 votes, average: 2.74 out of 5)
Loading ... Loading ...

2 Responses to “Dan Ketika…”

  • 1
    erimuda Says:

    keinginan kadang tak selalu terpenuhi
    perasaan bukan nasi kita satu-satunya
    didalamnya : saat keadaan hampa,mungkin masih ada akal..
    manfaatkanlah kawan

  • 2
    agung Says:

    belum menunjukkan suatu kesan yg jelas,kesedihan/bahagia/kecewa/yang lain belum terlihat.pertajam karakter,kata kata dah cukup bagus,

Leave a Reply


Tautan komentar adalah nofollow free.
465 views