Dan Ketika…
… semua denyut darah,
berikut detak nafasku,
Tuk pertama kalinya,
Berhenti,
dan berubah menjadi setetes airmata tanpa seulas senyuman…
Dan tuk kesekian kalinya,
Kau pejamkan pedulimu,
Matikan semua gema vaganza,
Terdiam,
dan berubah dalam seulas senyuman tanpa setetes airmata…
Lengkapkan sebait sepi dalam lukaku.
Popularity: 2% [?]



November 1st, 2007 at 3:56 pm
keinginan kadang tak selalu terpenuhi
perasaan bukan nasi kita satu-satunya
didalamnya : saat keadaan hampa,mungkin masih ada akal..
manfaatkanlah kawan
November 4th, 2007 at 10:22 am
belum menunjukkan suatu kesan yg jelas,kesedihan/bahagia/kecewa/yang lain belum terlihat.pertajam karakter,kata kata dah cukup bagus,