Hujan ku sudah berkalang tanah ditebas lalang malam petang
berdarah lehernya agak kekiri terguling kengarai melantak tunggu, menyeringai ia bersakitan
merasi benar sebelum lalu.
Iba ku menengok dari kejauhan
Rintik terisak menengadah mengjangkau-jangkau, ingin turut
pun teguh ku tegah, hilang sudah kawan sepermainan.
Tak niat menega hilang keduanya, hujan dengan rintik
membujukku pada rintik, biar hujan pergi sorang tinggAllah rintik denganku
acuh meraung saja pesenyum rintik
Kuturut lalang hendak bertanya, bercakap sejenaklah sudah
” lalang mengapa engkau menebas hujan?”
berjawab tidak dari lalang, menekur ia
” Hujan kan sudah begitu semenjak dulu, menitik air
benar melebatkah ia?”
atau kau diasung pawang-pawang?
picik kau lalang!
kemudian, rintik menyunyi sambil mengcangkung
umpama beruk tidak terjual
Hujan telah dulu, rintik tetapkah serupa dulu?
Padang malam 04 Okt 07
Last 5 posts by fajargietmartha
- Aku Kan Segera Pulang - October 23rd, 2007

1 Comment
at 2:43 pm - 17th October 2007 Permalink
hujan kan berarti, sedih..
pergi seorang.. kayanya tambah2 sedih aja..?
uwhh,, berat bgt ni puisi..
Trackbacks & Pingbacks 2
[...] Hujan Pergi Sorang Thursday, October 11th, 2007 [...]
[...] Hujan Pergi Sorang [...]
Post a Comment