Hujan Pergi Sorang

by fajargietmartha on October 11, 2007

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 3.83 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hujan ku sudah berkalang tanah ditebas lalang malam petang
berdarah lehernya agak kekiri terguling kengarai melantak tunggu, menyeringai ia bersakitan
merasi benar sebelum lalu.

Iba ku menengok dari kejauhan
Rintik terisak menengadah mengjangkau-jangkau, ingin turut
pun teguh ku tegah, hilang sudah kawan sepermainan.
Tak niat menega hilang keduanya, hujan dengan rintik
membujukku pada rintik, biar hujan pergi sorang tinggAllah rintik denganku
acuh meraung saja pesenyum rintik

Kuturut lalang hendak bertanya, bercakap sejenaklah sudah
” lalang mengapa engkau menebas hujan?”
berjawab tidak dari lalang, menekur ia
” Hujan kan sudah begitu semenjak dulu, menitik air
benar melebatkah ia?”
atau kau diasung pawang-pawang?
picik kau lalang!

kemudian, rintik menyunyi sambil mengcangkung
umpama beruk tidak terjual

Hujan telah dulu, rintik tetapkah serupa dulu?

Padang malam 04 Okt 07

Similar Posts:

    biarkan saja by WebAdmin (0 comments)
    berhentilah memberiku janji berhenti juga memberiku petuah biarkan hujan rintik gemeritik jangan bik …
    Tuhan…terlalu dalam luka ini by supernova (0 comments)
    Rintik-rintik hujan di pagi ini seakan menambah pedihnya luka hati sinar mentari yang seakan sembuny …
    Ketika Hujan Tiap Sore by katjha (2 comments)
    Semilir angin pegunungan mengalun dingin rintik-rintik renggang menjadi banyak… jatuh menjadi huja …
    berpisah by puisi.indonezia.net (0 comments)
    bila saat ini engkau ingin pergi, aku akan merelakanmu demi kebahagiaanmu aku ingin memastikan langk …
    Di Titik Pertemuan by WebAdmin (0 comments)
    Langkahku berirama menjemput pesan singkat dan sebuah titik pertemuan ketika malam masih bercumbu de …
    Hallo Tuhan, Ini Aku by WebAdmin (0 comments)
    Hallo Tuhan, selamat malam Mari duduk di sini denganku Sekedar berbincang-bincang ringan Itupun jika …
    malaikat surgaku by galind56 (1 comments)
    ia yang dulu berbagi nafas denganku.. sampai sekarang tetap begitu.. ia yang dulu berbagi raga denga …
    Kembali kepada hadirat neraka by WebAdmin (2 comments)
    Bukan aku yang cengeng Lantaran sering mengutuk dan mengeluh Namun, nyatalah sudah bahwa selama ini …
    Suatu Saat Nanti by baskorodj (0 comments)
    Sekarang.. Kamu bisa menolak Kamu bisa membenci Kamu bisa mempermainkan Kamu bisa menuduh Kamu bisa …
    Dan Bila by Jamaludin Al-Batawi (0 comments)
    Dan bila kau pergi dari hadapku tak rindu tak mencari tak perduli tak acuh Dan bila aku hilang dari …

Last 5 posts by fajargietmartha

{ 1 comment… read it below or add one }

arjam is here,... October 17, 2007 at 2:43 pm

hujan kan berarti, sedih..
pergi seorang.. kayanya tambah2 sedih aja..?

uwhh,, berat bgt ni puisi..

Leave a Comment

{ 2 trackbacks }



Previous post:

Next post: