Archive for October, 2007

Cinta

cinta ibarat air
Tetesan kecilnya mampu hancurkan batu cadas

panas akan membuat dia menguap
namun ia akan kembali menjadi embun yang menyejukkan
seiring berjalannya waktu

cinta dapat menghancurkanmu
laksana kapal di tengah badai

cinta tidak di pisahkan
ia kan kembali menyatu di lautan

Kenapa perbedaan selalu jadi alasan tuk berpisah?

Dia selalu bimbang akan dirinya…
Dia selalu bertanya akan mimpi-mimpinya…
Dia selalu berharap itu semua…
Apakah perbedaan yang memisahkan kita…
Aku tahu kita berbeda akan keyakinanku…
Mengapa kau ungkit masalah itu…
Aku tahu kita memang berbeda…
Tapi salahkah jika manantimu…
Salahkah jika aku mencintaimu…
Apakah aku tak berhak atasmu…
Aku tahu kau mencintaiku, akupun begitu…
Kenapa kita tak bisa lewati ini…

Sarannya plz……… T.T

Dan Ketika…

… semua denyut darah,
berikut detak nafasku,
Tuk pertama kalinya,
Berhenti,
dan berubah menjadi setetes airmata tanpa seulas senyuman…
Dan tuk kesekian kalinya,
Kau pejamkan pedulimu,
Matikan semua gema vaganza,
Terdiam,
dan berubah dalam seulas senyuman tanpa setetes airmata…

Lengkapkan sebait sepi dalam lukaku.

Aku Kan Segera Pulang

Mungkin aku harus pulang,
menata pagi membenahi senja yang kutinggalkan
dikelopak kamboja dinisan kecemasanku

Mungkin aku harus pulang,
rinduku bercengkerama dengan hujan
hujan yang menuntunku mencari segala sunyi keresahanku

Aku tetap akan pulang,
mengisi lembayung dikamar-kamar kerinduanmu

Aku akan pulang seorang diri
saat senja itu datang lagi
saat kelopak kamboja itu mekar
dan ketika hujan mengajakku bercanda dengan sunyi
dipangkuan cemas dan resah sesungguhnya

Hidup adalah kepulangan
dan aku kan segera pulang

Koto Alam, Januari 2007

Tumbal generasi

Manusia lahir dengan segala keterbatasan
Kadang sebuah pilihan menjadi sulit untuk ditentukan
Bukan pilihan yang baik untuk kita
Tapi pilihan terakhir baginya
Jalan pintas bukan berarti kematian
Jalan pintas adalah kesesatan bagi sebagian
Pilihan sulit bagi kita
Tapi tidak bagi dirinya
Kekayaan, kehormatan bukan segala-galanya
Yang diharapkan hanyalah keturunan yang kekal
Hingga dentuman sangkakala menutup akhir zaman
Apa yang kita harapkan ?
Hanya doa
Entah digenerasi keberapa doa itu menyelamatkan kita
Atau sebuah perjanjian sesat menyeret kita dalam kegelapan
Kesengsaraan sepanjang hidup
Dan kematian yang diselimuti dengan pekik kegembiraan