Nyanyian Sawah


Puisi ini ditulis oleh pada
21 September 2007 dengan 9 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 4.09 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Semenjak zamannya kompeni
Sampai sekarang zaman reformasi
Memang malang nian nasib petani
Selalu ditindas rezim tirani
Memang zaman selalu berganti
Nasib petani kok selalu begini
Petani bagai jadi anak tiri
Karena penguasa tidak peduli
Sadarilah lihat sekitar kita
Petani merana
Petai berada di posisi yang sulit
Gara-gara kebijakan yang rumit
Penguasa pun cuma bisa berkelit
Membuat petani semakin terjepit
Ayo maju pakailah topi capingmu
Angkatlah cangkulmu
Ayo maju kaum petani
Tuntut reformasi
Kita semua jangan berdiam diri
Berikanlah dukungan yang berarti
Tunjukkan semangat yang tinggi
Untuk membela kaum petani

by: Bradley Setiyadi

Torehan puisi-puisi lainya :

    Kain Bendera yang Belum Dicuci by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Kotor Lusuh Tak enak dipandang Semrawut Tak teratur Tak tertib Tak konsisten Tak maju-maju Tak perna …

    Doa Rakyat Kecil by Bradley Setiyadi (1 comments)
    Ya Allah Kami hanyalah rakyat kecil yang dianggap tidak berguna, ya Allah Kami hanyalah pemilih terd …

    Harus Bilang Sama Siapa? by Bradley Setiyadi (1 comments)
    Hidup kian sulit Segalanya semakin rumit Negeri gonjang-ganjing Kaum tertindas terus dilibas Para pe …

    Pemimpin yang Waras by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Kita patut berbangga Kita patut bersyukur Karena kita dianugrahi seorang pemimpin Pemimpin yang wara …

    metro by wier (0 comments)
    Basuh hati Dengan segala kerendahan Biar angkuh terkubur Aku akui Hamba ingin hilang dari zaman yang …

    Puisi Tanpa Judul by WebAdmin (1 comments)
    Senja perlahan tenggelam Butiran-butiran malam menyapaku pelan Selamat datang wahai sang penguasa ma …

    Sahabat Jadi Cinta by WebAdmin (0 comments)
    Kudapati diri ini semakin tersesat Saat kita bersama Qu rasakan jiwa ini semakin tersiksa Saat kita …

    Wahai Kaum Hawa Berhati-hatilah … by camane (0 comments)
    wahai kaum hawa berhati-hatilah, mereka kini punya senjata rahasia yang siap dibidikkan ketika kau l …

    Semua Tentang Susu by Bradley Setiyadi (1 comments)
    Susu memang penuh gizi Menyehatkan Mencerdaskan Kita semua butuh susu Dari balita sampai manula Namu …

    Garis2 by HEAt (0 comments)
    Setiap hari… bila aku lihat tapak tangan aku… aku lihat garis-garis… kasar dan halus… benark …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bebas

Comments (9)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. ipoenk says:

    salam!!!!

    wahai jiwa-jiwa yang bergejolak
    mewadahlah!!
    menjadi apa saja

    bergerak dan mengelindinglah
    melawan kebekuan

    karena diam adalah batu

    : bisu dan kaku

  2. bambang says:

    HIDUP PETANI NELAYAN DAN BURUH!!!!!!!

  3. ucup says:

    BUBARKAN BULOG!!!

  4. hendra says:

    kaum petani harus bersatu melawan penindasan, matilah kapitalis!!

  5. andi says:

    lindungi dan bela petani dengan syariah dan khilafah

  6. Pertapa says:

    God Bless You

  7. kirik says:

    terus berjuang oara petani!!!

  8. guntur says:

    hancrurkan kapitalis!! hidup petani nusantara!!

  9. gOODdddd luckkkkK BRO KamPRET says:

    bukan thu mksud nya

Leave a Reply