Untuk Apa Puisi Ini

by irsyad.zaki on September 7, 2007

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 4.08 out of 5)
Loading ... Loading ...

Puisi ini, untuk apa harus tercipta. jika ibu-bapak di rumah masih saja membakar diri di bawah panas matahari. dan saudara lelakiku, tidak punya banyak pilihan selain menjual diri di tambang emas milik amerika.

untuk apa, jika sahabat-sahabatku sekarat di muka zaman. keluar malam-malam, untuk sekedar bernyanyi dengan pelacur taman kota, tentang amuk birahi yang membabi-buta. atau sekedar untuk bercumbu kecil dengan pacar-pacar mereka yang masih belum mengerti apa itu dunia.

untuk apa puisi ini, jika bibiku bersikukuh kembali lagi ke saudi menjadi tkw, setelah setahun lalu disiksa majikannya sampai berlari pulang ke kampung halaman, hanya membawa isak yang tertahan.

pamanku, kau mungkin tak percaya. ketika pulang sebentar ke rumah, ia lupa bagaimana mengucapkan bahasa ibu-nya sendiri. hidup lebih dari 10 tahun perantauan tanpa tuju yang pedih, memaksanya mengganti seluruh kata dalam kamus masa kecilnya dengan kamus bagaimana bertahan hidup.

untuk apa puisi ini jika yang kusebut keluarga, salah satu dari mereka ada yang mengangkat parang hendak menggorok leher bapakku, hanya karena sejengkal tanah.

untuk apa, untuk apa puisi ini? keluargaku tidak ada yang mengerti tentang puisi.

mereka pasti kecewa, jika nanti aku hanya pulang membawa sepenggal puisi dari sini.

kampungku tidak butuh puisi. tidak, kampungku harus butuh puisi. tidak, kampungku tidak akan pernah butuh puisi.

nasib puisi ini. harus kubawa ke mana. di kampungku siapa yang peduli tentang aliran makna di balik kata, siapa yang percaya pada penyair?

untuk apa puisi ini, jika aku, hanya sanggup mengeja kekalahan.

untuk apa jika tidak ada yang mau membaca dalam-dalam.

keluargaku dan keluargamu, kampungku dan kampungmu sama saja

 

Similar Posts:

    Ujung Pelangi by WebAdmin (0 comments)
    Saya pergi. Kemana ? Mencari ujung pelangi. Dengan siapa ? Sendiri. Mengapa? Karena sepi. Butuh tema …
    Cinta : sebuah karya dari khalil gibran by chaoticrubben (185 comments)
    kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? itu kare …
    Penyesalan Tiada Akhir by VIOLET (13 comments)
    Jika waktu dapat berbalik arah Akan ku tata kehidupanku seindah bayanganku Tatapi kini aku sadar sem …
    Agregat Website Puisi di Puisi.ORG by WebAdmin (2 comments)
    Saat ini puisi.org mempunyai agregat website puisi dan/atau pecinta puisi yang beralamatkan di plane …
    Aku Kan Segera Pulang by fajargietmartha (3 comments)
    Mungkin aku harus pulang, menata pagi membenahi senja yang kutinggalkan dikelopak kamboja dinisan ke …
    Tanpa Judul by WebAdmin (0 comments)
    Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat untuk untaian kalimat yang hendak saya tulis hari-h …
    Aku Dimakamkan Hari Ini by WebAdmin (1 comments)
    Perlahan, tubuhku ditutup tanah, perlahan, semua pergi meninggalkanku, masih terdengar jelas langkah …
    Aku diantara mereka by WebAdmin (4 comments)
    Ketika mereka berbicara tentang cinta, Aku hanya bisa diam membisu Ketika mereka bicara tentang kese …
    Siksa by WebAdmin (4 comments)
    dusta jika orang mengatakan bunuh diri merupakan tanda kelemahan dan ketakutan jiwa orang yang lemah …
    Hallo Tuhan, Ini Aku by WebAdmin (0 comments)
    Hallo Tuhan, selamat malam Mari duduk di sini denganku Sekedar berbincang-bincang ringan Itupun jika …

Last 5 posts by irsyad.zaki

{ 13 comments… read them below or add one }

Artha September 7, 2007 at 10:13 pm

Nice poem.Kritis,lugas dan mudah diresapi arti kata perkata-Komunikasi kpd pembaca bagus.

irsyad.zaki September 8, 2007 at 9:29 am

karena puisi telah memilih kita untuk berisik malam-malam dengan makna. lelah mendiamkan sepisunyi…

dh3ni_w4hyudi September 8, 2007 at 12:59 pm

puisi yang bgs,,salut dehh

doni September 11, 2007 at 9:46 am

keren..

En Tay September 14, 2007 at 1:15 pm

:)

BAGUS!!

AnggrekBiru September 15, 2007 at 11:40 pm

untuk apa puisi ini…

untuk berbagi rasa, yang tak s’lamanya bisa diucapkan dengan bersuara…

chras dini sabewa September 16, 2007 at 11:19 am

untuk mengasah jiwa dengan kepekaan kata

berbagi ceria dan duka lewat rajutan kata

memperbaiki bahasa

Pulung September 23, 2007 at 3:46 am

Salut banget, keren……

Jejaka Hijau September 24, 2007 at 2:54 pm

Oke jek!. Ini bukan puisi cinta amatiran yang kebanyakan berisi gombalan dan keluhan. Ini adalah pemaparan kehidupan nyata di Indonesia, di tumpah kan dalam gaya bahasa seni. Memang betul, orang2 Indonesia masih lebih butuh makanan, pendidikan dan sembako ketimbang karya seni, diantaranya puisi.

deni October 3, 2007 at 10:10 am

ok bgt….salut…

three_tecture October 5, 2007 at 1:27 pm

yah…untuk apa puisi jika setiap katanya tak termaknakan padahal sebagian besar katanya adalah gambaran kehidupanku…kehidupanmu…dan kehidupan kita.
tapi tahukah anda hanya karya (mis:puisi) yang tertinggal ketika nama nyaris terlupakan. seperti kata yang dipetik GIBRAN dari malam, bintang, angin, dan apalah namanya hingga kini ia masihlah tumbuh di jiwa kita. atau mungkin saja ia yang membesarkan kita…

djoel_jelek October 9, 2007 at 3:12 pm

ckckckckc,……

ntu bener lu nyang buat????
kagak percaya gw,

hebat, saluuuuuut (gerry salut choklat,..)

kalgoolie October 26, 2007 at 4:06 pm

komunikatif, enak di baca seperti habis terik di luar rumah kemudian disuguhi es teh manis dan ditemani kekasih hati..
enak2 gurih ^^

Leave a Comment



Previous post:

Next post: