Archive for September, 2007

televisi yang kuhidupkan menjelang imsak

Di dalam kotak ajaib itu telah dibangun sebuah stasiun, stasiun ramadhan, katanya

Dan banyak lagi stasiun-stasiun serupa. Gambar-gambar gerak
Yang ditampilkan mendadak alim.
Yang dahulu mengumbar peluh dan buah dada kini berjilbab rapi. Kalem penuh simpul suci. Hanya simpul

Ustadz-ustadz mulai diberi banyak waktu berwejang di depan kamera

Iklan-iklan tak lagi mesum. Para kru dan semua bintang iklan digotong ke masjid atau background kain putih bersih. Hanya numpang saja.

Mereka jejali sahur mata kita dengan ktp-ktp cepat saji. Aneka kuis dan tawa. Langit dan bumi dipaksa bersatu hanya dalam beberapa malam

Aku tidak ingin menyebut nama. Memang begitulah setiap tahun. Sepanjang bulan suci mereka berbaris memakai mukena dan kopiah di depan mata kita tanpa malu. Mungkin tuntutan profesi. Bisa juga lebih dari itu. Namun setelah bulan suci habis, semua bakal kembali seperti semula; lagu-lagu penyejuk jiwa dimatikan diganti lagu-lagu cengeng. Ustadz-ustadz diusir dari depan kamera. Stasiun-stasiun itupun ambruk. Dan mulailah, semua bebas telanjang sambil ngakak

Kita begitu dimanja dengan kebohongan. Dimana setan lebih unggul dari kita; tak munafik dan bercadar

Ruang tempat kita menunggu terbit matahari sambil nonton tv, jika tetap saja begitu instan setiap tahun, terus diulang dan diulang, kita

sama saja sedang menunggu ajal menjemput harga diri sebuah negeri

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.5 out of 5)
Loading ... Loading ...

HiDUp dan PuiSI

HiDuP ItU aDaLAh SEbUAh PuiSi…
sUkA …, dUkA…., TAnGis…DaN … TaWa
AdaLAh BaGiAn DaRi ABjAD AbJaD
YAnG MuStI KiTA RanGkaI
AGaR MenJadi InDAh daN BeRmaKna

HiDup ADalaH SeBuaH PuiSi..
SuKa…, DukA…., TanGis…PuN TawA
AdaLah MakNA… TiNGGaL BaGAimAn KitA
BiSa MeNtERJemAhkaNnyA
AgAr MAknA mEnjADi BerNYAwa

By Argie

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.4 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ketika Tak Lagi Di Atas Mobil Sound

Sudah selesaikah?
Sudah berakhirkah?
Ke mana suara-suara lantang itu?
Apakah masih ada idealisme?
Apakah masih ada keberanian?
Apakah masih ada totalitas perjuangan?
Semua memang sudah selesai
Namun apakah semuanya harus hilang?
Mungkin aku tak teriak-teriak lagi
Mungkin aku tak lagi di atas mobil sound
Tapi apakah jiwa-jiwa pejuang harus hilang?
Aku masih seorang pejuang
Aku masih seorang demonstran

by: Bradley Setiyadi

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...

Nyanyian Sawah

Semenjak zamannya kompeni
Sampai sekarang zaman reformasi
Memang malang nian nasib petani
Selalu ditindas rezim tirani
Memang zaman selalu berganti
Nasib petani kok selalu begini
Petani bagai jadi anak tiri
Karena penguasa tidak peduli
Sadarilah lihat sekitar kita
Petani merana
Petai berada di posisi yang sulit
Gara-gara kebijakan yang rumit
Penguasa pun cuma bisa berkelit
Membuat petani semakin terjepit
Ayo maju pakailah topi capingmu
Angkatlah cangkulmu
Ayo maju kaum petani
Tuntut reformasi
Kita semua jangan berdiam diri
Berikanlah dukungan yang berarti
Tunjukkan semangat yang tinggi
Untuk membela kaum petani

by: Bradley Setiyadi

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 4.25 out of 5)
Loading ... Loading ...

malam gelombang malam

syair mati di tengah malam

entah tertidur, entah binasa

tapi gelombang sunyi malam ini seakan menyisakan sayatan luka

dari memori malam

malam itu

di bawah remang bulan

di atas gemerisik rumput yang bernyanyi

daun-daun pohon kemboja juga bernyanyi

seakan tak pernah terjamah

ini malam

sama

malam itu

 

[2007]

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4 out of 5)
Loading ... Loading ...