September 2007

televisi yang kuhidupkan menjelang imsak

September 28, 2007

Di dalam kotak ajaib itu telah dibangun sebuah stasiun, stasiun ramadhan, katanya Dan banyak lagi stasiun-stasiun serupa. Gambar-gambar gerak Yang ditampilkan mendadak alim. Yang dahulu mengumbar peluh dan buah dada kini berjilbab rapi. Kalem penuh simpul suci. Hanya simpul Ustadz-ustadz mulai diberi banyak waktu berwejang di depan kamera Iklan-iklan tak lagi mesum. Para kru dan [...]

Read the full article →

HiDUp dan PuiSI

September 28, 2007

HiDuP ItU aDaLAh SEbUAh PuiSi… sUkA …, dUkA…., TAnGis…DaN … TaWa AdaLAh BaGiAn DaRi ABjAD AbJaD YAnG MuStI KiTA RanGkaI AGaR MenJadi InDAh daN BeRmaKna HiDup ADalaH SeBuaH PuiSi.. SuKa…, DukA…., TanGis…PuN TawA AdaLah MakNA… TiNGGaL BaGAimAn KitA BiSa MeNtERJemAhkaNnyA AgAr MAknA mEnjADi BerNYAwa By Argie

Read the full article →

Ketika Tak Lagi Di Atas Mobil Sound

September 21, 2007

Sudah selesaikah? Sudah berakhirkah? Ke mana suara-suara lantang itu? Apakah masih ada idealisme? Apakah masih ada keberanian? Apakah masih ada totalitas perjuangan? Semua memang sudah selesai Namun apakah semuanya harus hilang? Mungkin aku tak teriak-teriak lagi Mungkin aku tak lagi di atas mobil sound Tapi apakah jiwa-jiwa pejuang harus hilang? Aku masih seorang pejuang Aku [...]

Read the full article →

Nyanyian Sawah

September 21, 2007

Semenjak zamannya kompeni Sampai sekarang zaman reformasi Memang malang nian nasib petani Selalu ditindas rezim tirani Memang zaman selalu berganti Nasib petani kok selalu begini Petani bagai jadi anak tiri Karena penguasa tidak peduli Sadarilah lihat sekitar kita Petani merana Petai berada di posisi yang sulit Gara-gara kebijakan yang rumit Penguasa pun cuma bisa berkelit [...]

Read the full article →

malam gelombang malam

September 21, 2007

syair mati di tengah malam entah tertidur, entah binasa tapi gelombang sunyi malam ini seakan menyisakan sayatan luka dari memori malam malam itu di bawah remang bulan di atas gemerisik rumput yang bernyanyi daun-daun pohon kemboja juga bernyanyi seakan tak pernah terjamah ini malam sama malam itu   [2007]

Read the full article →

gunung tengah laut

September 21, 2007

kau tunjukkan lekuk-lekuk gunung di balik gemawan di kotamu dari bibir pantai yang merayapkan ombak kau bercerita aku tak mau kau pergi, katamu aku tak mau lekas-lekas dari pantai ini lalu kau hirup dalam embun yang terbawa angin laut kau pandangi lagi gunung di balik gemawan yang lama lari kau suka karena gunung di lautan [...]

Read the full article →

Bintang

September 21, 2007

Apakah arti sesungguhnya dari sebuah bintang? Yang kita tahu, bahwa bintang hanyalah sebuah benda astronomi yang kita tidak pernah mengerti kenapa sebuah batu kecil tak berbentuk dan melayang itu dapat memancarkan kelipan cahaya redup yang menemani kelamnya langit malam. Memberi sedikit penerangan yang sayup-sayup bagi malam yang sunyi dan suram. Apakah bintang ada untuk menerangi [...]

Read the full article →

Untuk Apa Puisi Ini

September 7, 2007

Puisi ini, untuk apa harus tercipta. jika ibu-bapak di rumah masih saja membakar diri di bawah panas matahari. dan saudara lelakiku, tidak punya banyak pilihan selain menjual diri di tambang emas milik amerika. untuk apa, jika sahabat-sahabatku sekarat di muka zaman. keluar malam-malam, untuk sekedar bernyanyi dengan pelacur taman kota, tentang amuk birahi yang membabi-buta. [...]

Read the full article →

Kuliah

September 7, 2007

Apa kata ibuku nanti ketika keluar dari kampus ini aku hanya pulang membawa selembar puisi kekecewaanku raksasaku pada seorang dosen yang tidak becus

Read the full article →

Senja di Ulee Kareng

September 7, 2007

Kampung muasal cerita telah tergulung bersama laut penuh lumut memang tidak ada lagi lentang suara senapan, tapi tak jua reda manusia pulang dari makam kampung ini telah membatu serupa sajak yang bergulung kelam. senyum telah musnah usai pikiran terkepung nista juga, senja menjadi diam menyaksikan nur pulang ke makam. Ulee Kareng, 14 Juni 2007

Read the full article →

Page 1 of 212