kenangan yang tak tergantikan

by puisi.indonezia.net on August 22, 2007

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 3.38 out of 5)
Loading ... Loading ...

disaat kau bersamaku; // cahaya rembulan membasuh kulitku dan kulitmu
sedang cahaya bintang menyentuh wajahmu, membuat ia begitu indah dan menentramkan jiwa yang melihat pesonanya

kekasih; kukatakan padamu/ kenangan kemarin adalah kenangan yang takkan tergantikan oleh kisah manapun di belahan dunia ini; ia adalah kenangan yang melekat; se akan-akan ia adalah bagian dari tubuhku, dan tak mungkin aku meninggalkannya;

kekasih; kukatakan kepadamu ku bisikkan hatimu; bahwa aku takkan sanggup menghapus semua kenangan indah tentangmu

sumber : http://puisi.indonezia.net

Similar Posts:

    pertukaran jiwa by puisi.indonezia.net (0 comments)
    betapa jiwa dan hatiku sungguh merasa bersedih;; pohon pohon seakan berbicara” kasihan engkau wahai …
    kepadamu pencuri hatiku by puisi.indonezia.net (1 comments)
    kepadamu wahai pencuri cintaku// kemanapun kau lari, kemanapun kau bersembunyi; kukatakan kepadamu p …
    kekasih di seberang by puisi.indonezia.net (0 comments)
    kekasih di seberang jiwaku adalah jiwa seorang perindu yang teramat menginginkan kekasih kekasih, ba …
    semua tentang aku… by Clare (0 comments)
    Aku adalah mentari yang menghangatkan Aku adalah hujan, pembawa berkah dan pesan Aku adalah bulan, b …
    Suara Hatiku by bugi santoso (3 comments)
    Didalam batas ruang dan waktu. Aku terbelenggu di dalam semu. Rintih hati yang terpendam didalam. Ta …
    Hutan by WebAdmin (0 comments)
    hutan.. kau hasilkan udara segar udara segarmu,seakan menghilangkan sekejap kepenakan ditubuh ku hut …
    untuk adikku tersayang by puisi.indonezia.net (2 comments)
    kepadamu adikku yang mencintaiku; kepadamu yang memberiku bahagia, impian dan jiwa// menemani getir …
    Jujurlah Padaku! by WebAdmin (4 comments)
    Jika sekiranya kau bukan lagi bagian dari taman kahyangan itu…. Ibarat bunga yang telah dipetik, dip …
    untuk penyair yang khilaf by puisi.indonezia.net (0 comments)
    tak sadarkah engkau? tulang tulangmu semakin rapuh, dinding kulitmu mulai mengkerut, serta pikiranmu …
    Lebih Indah Merasakan by alimcihui (0 comments)
    Saat mata yang indah tak lagi bisa untuk melihat kenyataan dalam fana Saat bibir tak mampu berucap, …

Last 5 posts by puisi.indonezia.net

{ 1 comment… read it below or add one }

mul.lighting October 11, 2010 at 12:54 am

Air mata ku mencari ketulusan,mengalir pelan di antara kedua pipi.bibir ku bergetas hebat,saat ku tau waktu nya tiba.mata ku memerah perih,tapi bantin ku yg merasa pilu.ada apa dengan jiwa ini ,saat ku terjaga dari sedih.rintik hujan membasahi tubuh,beranjak aku di dalam hening,saat bulan di selimuti gelap tersadar aku akan khilap.wahai tuhan semesta alam,kau berikan aku satu teguran agar ku selalu ingat akan perbuatan.

Leave a Comment



Previous post:

Next post: