Radio


Puisi ini ditulis oleh pada
20 August 2007 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Cerita lama terulang. Mau tahu apa yang sedang kupikirkan?
Hilma di udara, antara Akbar dan Prosalina, tak terjamah olehku.
Bersama malam konser gambus bersenandung
dari bibir itu. Senandung dan bibir yang sulit kumengerti.
Persis seperti jika kulekatkan wajahku di jendela radio
dan berkata, salam penasaran saja. Hilma,

hilma kutunggu namamu di terminal pertama
yang memulangkan kegelisahanku menuju jalan sunyi,
sampai pada wajahmu. Bagaimana harus kutuntun
kautaklukkan udara, aku sendiri terkalahkan ‘seratus dewi’.
Kalau boleh, minta lagu cinta, putar sekali,

telah kusematkan degup jantungku di kantong jaketmu,
agar cuaca pun tahu, bahwa aku pernah ada di garis
malam menyusun tiang serta temali, persis seperti ‘senja
di pelabuhan kecil chairil’. Dan bila waktumu tiba
menuruni udara, sampaikan pada bumi, aku sebutir debu
yang tersesat di pojok alismu, dekat masa silam, ‘antara
rahasia dan kemunafikan. ‘

Jember, 21 April 2006

Torehan puisi-puisi lainya :

    Palestina by WebAdmin (1 comments)
    Palestina adalah jejak panjang penuh darah cerita duka tak berkesudahan seakan suratan sudah tergura …

    Garis2 by HEAt (0 comments)
    Setiap hari… bila aku lihat tapak tangan aku… aku lihat garis-garis… kasar dan halus… benark …

    00:00 by irsyad.zaki (0 comments)
    Jiwa adalah puisi Engkaupun tahu itu Tapi kenapa masih saja kaubaca jiwaku Persis seperti membaca ko …

    Lebih Indah Merasakan by alimcihui (0 comments)
    Saat mata yang indah tak lagi bisa untuk melihat kenyataan dalam fana Saat bibir tak mampu berucap, …

    satu canda buat dirinya by Wimfi Three hady Irawan (0 comments)
    matahari tertawa turun kebumi lihat diri ku yg dilanda mabuknya cinta ku minta tolong bakar sisa2 na …

    Ketika Aku Mulai Bisa Menulis by dotcomguyz (1 comments)
    ketika aku tahu apa itu garis berbentuk ketika aku tahu makna garis itu ketika anganku sebanding den …

    satu canda buat dia by Wimfi Three hady Irawan (2 comments)
    matahari tertawa turun kebumi lihat diri ku yg dilanda mabuknya cinta ku minta tolong bakar sisa2 na …

    satu canda yg ku ciptakan dari perih by Wimfi Three hady Irawan (0 comments)
    matahari tertawa turun kebumi lihat diri ku yg dilanda mabuknya cinta ku minta tolong bakar sisa2 na …

    Untuk Puisi Cinta Para Kampungan by averois@gmail.com (4 comments)
    Untuk Puisi Cinta Para Kampungan persetan kata cinta yang selalu membusuk di selingkuhan rasa tak ub …

    Freedom ! by Raxen (0 comments)
    Kalau boleh tuk ditepis aku laku sangsangkan saja mimpi bual itu sekian juang tuk meraih, menggapai …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Cinta

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. ashiwhithraa says:

    saya nak puisi 4 rangkap tentang radio dan gasing

Leave a Reply