Di bawah Langit Jendela Tua, tak Kuucapkan Lagi Namamu

by irsyad.zaki on August 20, 2007

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Di bawah langit jendela tua, tak kuucapkan lagi namamu
Kita telah lelah berkabung. Pertemuan dengan dambaanmu
Hanyalah ucapan selamat malam yang biasa
Di atas semua ini dunia tiada pernah berganti selain gelap
yang menyahut di langit doa.

Aku tidak lebih suatu sudut paling temaram pada lipatan sunyimu
Elang yang tersesat. Dan kau
Cakrawala yang runtuh pada permulaan pagi
Ketika jejak musim bertarung dengan laut.
Kau yang telah menyimpan matahari dalam degupmu padaku :

‘Senja telah menunggu di balik pintu kamar kita
sebelum pagi menukik embun yang gelisah.’

Dan cerita ini telah berabad-abad kita lipat di sebuah rak buku
dekat meja makan. Di bawah langit jendela tua,

sungguh, tak kuucapkan lagi namamu barang sejenak

Similar Posts:

    Aku Masih Disini by fidelicious (1 comments)
    bila tidak dihapus jejak, suaramu membisik di telinga merajut mimpi yang pernah kita cari bawa haru …
    Elegi Dua Hati by WebAdmin (0 comments)
    Dari kaca jendela matamu kutemui bayang wajahku Inilah bentuk rinduku yang kau punguti satu persatu …
    Tulusnya Cinta dan Do’aku… by lembayung (3 comments)
    saat hari bersandar dipintu senja,, pada desir angin yang berbisik ditelingamu mungkin dengung suara …
    Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum by katjha (0 comments)
    Kala itu waktu pagi yang remang dan masih berselimut kabut. sebuah penggunungan yang sepi dengan keb …
    Kepada Sepasang Capung Merah by katjha (6 comments)
    langit biru bersambut, bersama kepakan sayap-sayapmu, terbang tinggi di atas sebuah padang hijau. se …
    Hari Ketiga by katjha (0 comments)
    Benar orang menebar rindu sesaat, kemudian tersesat mengapungkan jejak-jejak daun ranting cemara han …
    Membaca Sebuah Pagi by katjha (0 comments)
    Desah nafas angin tertambat menyentuh pucuk-pucuk rumput berembun tumpah terderai, lirih tanpa suara …
    daun dan pena by dewa (1 comments)
    saat jiwa ini telah terlelah oleh dekapan sang malam di kala raga ini sendu oleh kenangan dari rindu …
    Senyum Di Pagi Januari by katjha (1 comments)
    “Selamat pagi” Engkau berucap padaku lirih tapi dengan senyum manis. Sejenak sepi, kemudian aku meny …
    Surat Dari Kampung Sembilan by Akmal MR (0 comments)
    Oleh Akmal MR Tak ingin kau basuh wajah di tanah ini, anakku? tujuh luka telah tertancap pada hati …

Last 5 posts by irsyad.zaki

{ 1 comment… read it below or add one }

nownow th3@ August 25, 2007 at 5:39 am

Yes, i am…

Maaf untuk untaian hari yang tak terganti
Terima kasih untuk sejuta hutang budi tak terperi

Rasa yang hanya bertepuk sebelah tangan, maaf
Sungguh tak ada sedikit pun terbesit niatan tuk sakiti hati seorang malaikat

Yang aq tau kau tengah terluka
Yang aq tau kau bimbang tak terbuka
Tapi bukalah hati tuk dirimu sendiri
Di sana ada teras, di mana kau jadi ratunya dan nasib jadi budaknya

Salahkah sebuah mimpi?
Dosakah sebuah harapan?
Harapan adalah nafas yang dibubuhkan nasib untuk kehidupan
Bukan paksaan, hanya impian
Bukan harus saat ini, tapi nanti

Mungkin aq tak pernah tau galaunya jiwa ketika mentari menyapa
Mungkin aq tak pernah tau rasa pahit di senja buta, ketika harus menapaki kehidupan sendirian
Mungkin aq tak tau itu

Tapi kau pun tak pernah tau bagaimana jadi aku yang bingung dengan sejuta tanya
‘apa yang harus kuberikan pada hariku?’
Sementara hari terus berjalan dan berjalan, berlari ke arah jiwa yang mengering
Betapa tak adilnya dunia

Hingga kini tak ada jalan yang bisa kupilihkan untuk hidupku atau hidupmu
Karna ketika kutunjukkan sebuah cahaya, kau menganggap itu hanyalah kepalsuan

Mengertilah, kawan
Aq tak tau bagaimana menunjukkan ketulusan dengan laku dan kata
Aq hanya berharap kau bisa melihat aq
Yes, i am
Dan aq pun bisa melihatmu
Yes, u r

Lihat, dunia masih kan tersenyum untukmu
Rasakan, mentari masih kan bersinar hangat untukmu
Pandangi, langit masih kan jadi biru untukmu
Semua yang ada di hidupmu, hanyalah untukmu
Semua

Tidak ada yang sempurna seperti di surga
Meski bumi dilumuri seribu cahaya, tak akan seindah nirwana
Tidak ada hitam tanpa putih, tidak ada putih tanpa hitam
Semua yang berjalan beriring saling melengkapi
Itu kehidupan

Lihat, kau masih punya dunia yang punya seribu bahu tuk jiwamu yang letih
Beristirahatlah untuk bangun lagi
Berhentilah untuk berjalan lagi
Menuju sesuatu yang lebih baik untukmu
“Jadilah yang terbaik untuk orang – orang yang kau sayangi
sebaik yang kau bisa
semampumu”

Bukan paksaan, bukan permintaan, bukan permohonan
Hanya sebuah harapan yang teronggok di sudut dunia
Menunggu saat cahaya berputar ke arahnya dan menemukannya
memungutnya ke hidupmu

nownow th3@

Leave a Comment



Previous post:

Next post: