August 2007

BERPESTA HANCURKAN KESUCIAN

August 25, 2007

rasa bodoh menikam hati,tanpa menyadari hati nurani,butakan emansipasi tuk nafsu biadap,tak menyadari akhir dari kebusukan jiwa,hasutan mulut busuk menjerumuskan penyesalan,kesucian hanya terbayar dengan omong kosong,persetan jnaji busuk tuk tak melakukan kebiadapan,dunia ini penuh dengan kaum hawa yang pecundang,keberanian diri tuk lupakan TUHAN,membawa kedok kesucian tanpa berhati suci,ancaman neraka dekati diri,berpesta hancurkan kesucian,yakin mempunyai TUHAN tanpa [...]

Read the full article →

Rumah Tak Berdinding

August 22, 2007

Aku mengerti bahwa hidup ini hanya merupakan sebuah rangkaian aksi yang berkesinambungan. Sebuah rangkaian cerita yang takpernah dirumuskan ataupun ditulis secara nyata. Sebuah rutinitas kompleks yang dibentuk oleh keinginan, harapan, dan pemberontakan. Aku bercermin dari kepribadian orang-orang yang takpernah memikirkan suatu tujuan. Mereka menghadapi masa depan yang tenang tanpa ada sebuah asa yang berarti. Mereka [...]

Read the full article →

untuk adikku tersayang

August 22, 2007

kepadamu adikku yang mencintaiku; kepadamu yang memberiku bahagia, impian dan jiwa// menemani getir melawan tegak tegar/; tak patah bahagiamu// ku hiasi mimpi beludru milikmu; bungkam sombongnya jiwa setan hatiku; adikku; sungguh hanya engkau hartaku// aku tiada cinta selain cinta kepadamu// tiada rindu ku hari ini kecuali untukmu; adikku yang manis; malam ini tidurlah, aku akan [...]

Read the full article →

kenangan yang tak tergantikan

August 22, 2007

disaat kau bersamaku; // cahaya rembulan membasuh kulitku dan kulitmu sedang cahaya bintang menyentuh wajahmu, membuat ia begitu indah dan menentramkan jiwa yang melihat pesonanya kekasih; kukatakan padamu/ kenangan kemarin adalah kenangan yang takkan tergantikan oleh kisah manapun di belahan dunia ini; ia adalah kenangan yang melekat; se akan-akan ia adalah bagian dari tubuhku, dan [...]

Read the full article →

Pengembaraan Maya

August 20, 2007

Ingin kemudian kurangkai kata Namun tinta penaku t’lah luruh mengering bersama duka Ingin kulukiskan berjuta indah kejora Namun kanvasku telah luruh lebur dalam air mata maya Lelah sudah aku mencari, menatih dan tertatih dalam jejak-jejak langkah. Mengayuh sebuah biduk rapuh, dalam pengembaraan sunyi… Sebuah sepi yang tidak pernah henti… Aku hanya ingin sebuah kata saja… [...]

Read the full article →

Nama Cinta Setelah Lelah Aku Dipecundangi Olehnya

August 20, 2007

Cinta itu bernama gelora, merobek dan menutup rahasia. Cinta bukan sesuatu yang dibesar-besarkan. Atau disesak hingga sesak. Cinta biasa-biasa saja, lebih sederhana dari apa yang terpaksa kita bayangkan sepanjang malam. Cinta bernama tanda dan perantara dan senyuman, bukan setumpuk kerumitan negara. Cinta selalu tampil di muka, lebih dekat dari kawat gigi kita. Cinta bukan tarian, [...]

Read the full article →

Di bawah Langit Jendela Tua, tak Kuucapkan Lagi Namamu

August 20, 2007

Di bawah langit jendela tua, tak kuucapkan lagi namamu Kita telah lelah berkabung. Pertemuan dengan dambaanmu Hanyalah ucapan selamat malam yang biasa Di atas semua ini dunia tiada pernah berganti selain gelap yang menyahut di langit doa. Aku tidak lebih suatu sudut paling temaram pada lipatan sunyimu Elang yang tersesat. Dan kau Cakrawala yang runtuh [...]

Read the full article →

Khayalan

August 20, 2007

(i) Ini khayalan menuju titik paling sensitif Hmm, hatiku yang basahkuyup Dan tuhan, aku berpikir, tidak cukup Ken Arok saja yang terkalahkan Ken Dedes ? Apa artinya betis mulus dan mempesona Toh juga pada saatnya semua itu pasti usang dimakan tanah (ii) Pada keanggunan dunia penjara Tirai-tirai terbuka. telah tampak seluruh wajahmu dalam geming pikiranku [...]

Read the full article →

Radio

August 20, 2007

Cerita lama terulang. Mau tahu apa yang sedang kupikirkan? Hilma di udara, antara Akbar dan Prosalina, tak terjamah olehku. Bersama malam konser gambus bersenandung dari bibir itu. Senandung dan bibir yang sulit kumengerti. Persis seperti jika kulekatkan wajahku di jendela radio dan berkata, salam penasaran saja. Hilma, hilma kutunggu namamu di terminal pertama yang memulangkan [...]

Read the full article →

pelayaran

August 20, 2007

ini sunyi bergetar setengah mati mencari perahu penyair yang berlari membawa nganga luka di pantai terakhir menghimpun ombak jadi puisi yang menari dalam dada maha amuk dan hempas.

Read the full article →

Page 1 of 3123