Kita Tak Bisa Mengerti
bagaimanapun kita tak bisa mengerti
bagaimana cinta yang sederhana
selalu meruang dalam jiwa
petang lalu kau bertanya
ada lelaki dengan kepala batu
mempertahankan kelebatan cinta
meski lebih banyak menerima kemarau
apakah memang kita mau mencari
kenapa kata-kata menjajah jiwa
hingga lahirkan sajak renyah
di tengah bait-bait luka
jelangsiang, 13juli07
Last 5 posts by Johannes Sugianto
- Mengawali Maret - March 5th, 2008
- Dengan Sajak - July 16th, 2007
- Biar Berkelok Harap - July 11th, 2007
- Pongah - July 6th, 2007
- Biar Kuterjemahkan - July 6th, 2007
Popularity: 5% [?]

(4 votes, average: 4.75 out of 5)
July 18th, 2007 at 1:04 pm
AKU
aku adalah aku
bukan yang kau di puja
bukan pula untuk di puja
aku adalah setitik nila
yang merusak susu sebelanga
getir yang menghadirkan duka lara
nestapa yang tidak ada habisnya
aku dan bayang2mu
mengalun…mengalir pilu
teringat masa lalu
kau pergi tinggalkanku
aku dengan sang dewi
mencintaiku sepenuh hati
mencintaimu sepenuh jiwa
menghadirkan berbagai rasa
aku dengan sang dewi
syukur ku persembahkan kepada Ilahi
menemukan pengisi hati
bekal ‘tuk akhirat nanti
July 18th, 2007 at 1:14 pm
AKU CINTA KAMU
aku cinta kamu
walau bisa mambunuhku
aku tahu kau menolakku ,tapi
aku cinta kamu
batinku bergelora
saat rasa cinta ada di dada
ku lihat tatap matanya
terlihat indahnya surga
wahai Tuhanku!pertemukanku
dengan bidadari surgamu
tolonglah hambamu
kanku berika jiwaku padaMu
aku cinta kamu
ku kan tunggu sewindu
cintamu itu bagaikan
cahaya akan kebenaran
July 24th, 2007 at 5:40 pm
Ada Yang Mati Disini
Mereka berteriak mereka berlari
Mati mati ada yang mati kata mereka
Ada apa ini ada apa aku tak mengerti
Sungguh aku tak pahami yang terjadi
Kupandangi langit yang tak biru lagi
Menatap kosong ruang hampa setiap hari
Dan mulut yang tak lagi bernyanyi
Hilang lenyap entah kemana suara itu pergi
Ada yang mati membuka hari
Kuburkan saja kata sebagian dari mereka
Tunggu jangan dulu kata seekor burung kecil
Karena sebentar lagi hujan akan datang
Mengapa-mengapa hari ini banyak yang mati
Tak hanya nyawa tapi nurani juga ikut mati
Dimana tawa bersembunyi dalam kamar mayat
Ahk untuk berfikir lagi sungguh ku tak kuasa
A.Dwi.S Juli 07
July 24th, 2007 at 5:41 pm
Berjalan Dalam Kenangan
Aku tahu waktu tlah berlalu
Aku sadar semua telah lenyap tertelan heningnya malam
Masih teringatku saat rumput terakhir bergoyang
Dia telah pergi dan menghilang dari jiwaku
Nyala bara itu masih terasa kini
Dia tak pernah bisa padam meski tersiram derasnya hujan
Entah sudah beribu cara aku coba padamkan rasa ini
Tapi kenapa tak jua terpadamkan
Kini kakiku telah selangkah diujung waktu
Tinggalkan bintang yang kian menjauh dariku
Sinar rembulan pun tak kuasa mengisi gelap sang malam
Tinggallah kini kutertidur disamping gelap malam
Aku tahu mimpi buruk itu akan selalu ada membayangi
Namun apalah daya semua hanya bayang lara
Masih sanggupkah aku meninggalkan semua cerita aku dan dia
Dan bisakah aku jatuh cinta lagi setelah semua ini
13 mei 07
Lelaki patah hati