Kita Tak Bisa Mengerti

by Johannes Sugianto on July 13, 2007

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

bagaimanapun kita tak bisa mengerti
bagaimana cinta yang sederhana
selalu meruang dalam jiwa

petang lalu kau bertanya
ada lelaki dengan kepala batu
mempertahankan kelebatan cinta
meski lebih banyak menerima kemarau

apakah memang kita mau mencari
kenapa kata-kata menjajah jiwa
hingga lahirkan sajak renyah
di tengah bait-bait luka

jelangsiang, 13juli07

Similar Posts:

    Biar Berkelok Harap by Johannes Sugianto (1 comments)
    mungkin bagimu masih banyak debu yang kubawa dari masa lalu puing-puing gerimis memenuhi kepala deng …
    Pongah by Johannes Sugianto (0 comments)
    sajakmu begitu pongah menunduk dan mendongak pada kata dan bait sendiri tak peduli ada kata lain yan …
    Kembali ke Ibu by WebAdmin (5 comments)
    Original poetry to : bungamatahari@yahoogroups.com From : Bintang Tajryani (endang_opriana@yahoo.com …
    ” Ilahi Anta Maqsudi Waridhoka Matslubi” by ekonuryadi (0 comments)
    Diantara bait bait do’a harianku Tergenang airmata airmata rindu Terselip sesal dan ragu… Duhai Ra …
    sahabat by oebay (0 comments)
    tiga tahun..membenamkan kisah anak adam..saat gejolak hidup mengalir hangat,membuai jiwa-jiwa yang e …
    Kau Tulis Juga by Johannes Sugianto (0 comments)
    Karya Johannes Sugianto kau tulis juga akhirnya sebuah sajak tentang pertemuan antara kata dan bait …
    rindu 29 november by WebAdmin (5 comments)
    apakah arti kata cinta untukmu? apakah hanya sebuah kata-kata untuk mengungkapkan perasaan kecilmu p …
    Dengan Sajak by Johannes Sugianto (5 comments)
    aku ingin memapas waktu yang begitu kejam merejam hingga untuk memejamkan mata kadang aku mesti memi …
    Pemulung Kata by WebAdmin (0 comments)
    Melepas kata-kata hingga membumbung tinggi ke udara cair…dibakar mentari hingga menjadi serpihan-ser …
    If Love is Blind…. by WebAdmin (3 comments)
    Luka cinta pasti membekas, Noda hitam dalam hati… Pedih… Pilu… Menembus pilar kata Tawa berder …

Last 5 posts by Johannes Sugianto

{ 4 comments… read them below or add one }

achmad sutisna July 18, 2007 at 1:04 pm

AKU

aku adalah aku
bukan yang kau di puja
bukan pula untuk di puja

aku adalah setitik nila
yang merusak susu sebelanga
getir yang menghadirkan duka lara
nestapa yang tidak ada habisnya

aku dan bayang2mu
mengalun…mengalir pilu
teringat masa lalu
kau pergi tinggalkanku

aku dengan sang dewi
mencintaiku sepenuh hati
mencintaimu sepenuh jiwa
menghadirkan berbagai rasa

aku dengan sang dewi
syukur ku persembahkan kepada Ilahi
menemukan pengisi hati
bekal ‘tuk akhirat nanti

achmad sutisna July 18, 2007 at 1:14 pm

AKU CINTA KAMU

aku cinta kamu
walau bisa mambunuhku
aku tahu kau menolakku ,tapi
aku cinta kamu

batinku bergelora
saat rasa cinta ada di dada
ku lihat tatap matanya
terlihat indahnya surga

wahai Tuhanku!pertemukanku
dengan bidadari surgamu
tolonglah hambamu
kanku berika jiwaku padaMu

aku cinta kamu
ku kan tunggu sewindu
cintamu itu bagaikan
cahaya akan kebenaran

ARDI dWI s July 24, 2007 at 5:40 pm

Ada Yang Mati Disini

Mereka berteriak mereka berlari
Mati mati ada yang mati kata mereka
Ada apa ini ada apa aku tak mengerti
Sungguh aku tak pahami yang terjadi

Kupandangi langit yang tak biru lagi
Menatap kosong ruang hampa setiap hari
Dan mulut yang tak lagi bernyanyi
Hilang lenyap entah kemana suara itu pergi

Ada yang mati membuka hari
Kuburkan saja kata sebagian dari mereka
Tunggu jangan dulu kata seekor burung kecil
Karena sebentar lagi hujan akan datang

Mengapa-mengapa hari ini banyak yang mati
Tak hanya nyawa tapi nurani juga ikut mati
Dimana tawa bersembunyi dalam kamar mayat
Ahk untuk berfikir lagi sungguh ku tak kuasa

A.Dwi.S Juli 07

ARDI dWI s July 24, 2007 at 5:41 pm

Berjalan Dalam Kenangan

Aku tahu waktu tlah berlalu
Aku sadar semua telah lenyap tertelan heningnya malam
Masih teringatku saat rumput terakhir bergoyang
Dia telah pergi dan menghilang dari jiwaku

Nyala bara itu masih terasa kini
Dia tak pernah bisa padam meski tersiram derasnya hujan
Entah sudah beribu cara aku coba padamkan rasa ini
Tapi kenapa tak jua terpadamkan

Kini kakiku telah selangkah diujung waktu
Tinggalkan bintang yang kian menjauh dariku
Sinar rembulan pun tak kuasa mengisi gelap sang malam
Tinggallah kini kutertidur disamping gelap malam

Aku tahu mimpi buruk itu akan selalu ada membayangi
Namun apalah daya semua hanya bayang lara
Masih sanggupkah aku meninggalkan semua cerita aku dan dia
Dan bisakah aku jatuh cinta lagi setelah semua ini

13 mei 07
Lelaki patah hati

Leave a Comment



Previous post:

Next post: