Pasar Becek


Puisi ini ditulis oleh pada
11 July 2007 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (47 votes, average: 3.91 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Siang hari yang panas
Berkeringat
Berdesak-desakkan
Kaki-kaki melangkah
Aroma tak sedap menyebar
Bau ikan asin
Bau telur busuk
Bercampur jadi satu
Penjual obat berkoar-koar
Mengajak pembeli untuk membeli
Di sebuah kios sayur mayur
Tawar menawar berlangsung seru
Di sebuah gudang
Para kuli panggul membawa karung
Lalat-lalat berterbangan
Sampah-sampah berserakan
Jorok
Kotor
Tak sehat
Alas kaki semakin dekil
Begitulah tempat ini
Memang seperti itu keadaannya

by: Bradley Setiyadi

Torehan puisi-puisi lainya :

    Sampah by Bradley Setiyadi (2 comments)
    Kita semua tahu apa itu sampah Sesuatu yang tidak berguna Sesuatu yang sudah tidak terpakai Sesuatu …

    Pemulung Cinta by WebAdmin (0 comments)
    Akulah si pemulung cinta Ku terbangun bersama mentari Menyusuri setiap jalan setapak demi setapak be …

    Sekerat Mimpiku by WebAdmin (0 comments)
    sekerat impian ku terkapar lemah tergeletak diantara tumpukan sampah yang menggunung di dalam kotak …

    Untuk Apa Puisi Ini 2 by irsyad.zaki (1 comments)
    Untuk apa puisi ini, jika sahabat terdekatmu sejak 15 tahun yang lalu tiba-tiba memperkarakan ke-ego …

    Waktu yg berlalu by Wimfi Three hady Irawan (2 comments)
    aku adalah daun yg gugur dalam musim semi yg kau ciptakan mengeringkan asa yg tercipta untuk masa se …

    Kelelawar by WebAdmin (0 comments)
    Silau oleh sinar lampu lalulintas Aku menunduk memandang sepatuku. Aku gentayangan bagai kelelawar. …

    Perempatan by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Kendaraan dari empat penjuru bertemu Berebut ingin lebih dahulu Tak peduli ada lampu merah di situ T …

    DI PASAR by Achmad Obe Marzuki (0 comments)
    Sambil menunggu pagi segelas kopi pinggir pasar Dalam tulisan yang tak pernah jadi pikiran jauh di b …

    jujur.. by galind56 (0 comments)
    sampah terurai menjadi tanah.. kotoran terurai menjadi pupuk.. bersyukurlah.. manusia terurai menjad …

    Untuk Puisi Cinta Para Kampungan by averois@gmail.com (4 comments)
    Untuk Puisi Cinta Para Kampungan persetan kata cinta yang selalu membusuk di selingkuhan rasa tak ub …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bebas

Comments (3)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Aura Astari says:

    Gak ada yang laen apa???
    puisinya
    lagi butuh banget niii

  2. nadya says:

    tidak ada yang lain puisinya lagi pengennih ada tugas

  3. kevin says:

    ada yang ladn nggak puisinya ?

Leave a Reply