mungkin bagimu masih banyak debu
yang kubawa dari masa lalu
puing-puing gerimis memenuhi kepala
dengan sisa dedaun runtuh
sudah kubersihkan dengan tiap abjad
yang kau ucap padaku
dan kuanggap sebagai mantra
mengiringi semua langkah
masihkah tetap tak kau percaya?
bila kata bisa berubah
bukankah begitu juga bait
yang kubawa padamu
belenggu yang membuat gigil
hingga berserak peluh dan luka
bukanlah perih yang terus tertancap
di tiap celah waktu kita
pada retak malam yang lelap
sambil memeluk harapan
tataplah alur yang melaju
di situ esok kita akan hinggap
memang berkelok harap kita
tapi tetaplah abjad dan kata
tidaklah jadi sia-sia
siang, 11Juli07
www.blue4gie.com
Similar Posts:
- Pongah by Johannes Sugianto (0 comments)
- sajakmu begitu pongah menunduk dan mendongak pada …
- Retak… by Just_ste (0 comments)
- seperti hari yang lalu dalam hati tak percaya sian …
- Dengan Sajak by Johannes Sugianto (3 comments)
- aku ingin memapas waktu yang begitu kejam merejam …
- Kita Tak Bisa Mengerti by Johannes Sugianto (4 comments)
- bagaimanapun kita tak bisa mengerti bagaimana cint …
- HiDUp dan PuiSI by Argie (0 comments)
- HiDuP ItU aDaLAh SEbUAh PuiSi… sUkA …, dUkA… …
- Aku Kangen Kamu by Kiki Febriyanti (0 comments)
- demi dinding kamar yang lembab demi bajubaju lusuh …
- Surat Dari Kampung Sembilan by Akmal MR (0 comments)
- Oleh Akmal MR Tak ingin kau basuh wajah di tanah …
- Sahabat by sonyputra (0 comments)
- aku ingin kembali pada malam yang kemarin pada mal …
- Kau Tulis Juga by Johannes Sugianto (0 comments)
- Karya Johannes Sugianto kau tulis juga akhirnya se …
- PERJALANAN KITA by WebAdmin (10 comments)
- aku datang ke dalam dirimu ke lembahmu dengan senj …
Last 5 posts by Johannes Sugianto
- Mengawali Maret - March 5th, 2008
- Dengan Sajak - July 16th, 2007
- Kita Tak Bisa Mengerti - July 13th, 2007
- Pongah - July 6th, 2007
- Biar Kuterjemahkan - July 6th, 2007
Like this post? Post Comment, Subscribe RSS


(4 votes, average: 3.25 out of 5)