aku datang ke dalam dirimu
ke lembahmu dengan senja mengerjap
di antara pohon rindang
dimana ada harap terbentang
di bening mata ada beriak lembut :
perjalanan yang tidak mudah
ada yang sulit diubah
kita memang keras kepala :
cinta mungkin bencana
tapi rasa ini juga anugerah
aku datang merengkuhmu
biarkan engkau juga menjangkauku
dalam lengkung alis matamu
dimana tubuh lelah yang berantakan
sejenak lelap dalam percintaan
lalu kita berkata :
segala yang mengerjap-ngerjap
bukanlah rindu yang cuma sekejap
omah, maret 07
author: blue4gie.com
Similar Posts:
- Dilengkung Alis Matamu by WebAdmin (0 comments)
- kusandarkan harapku usai perjalanan yang tertatih dan kudapatkan keteduhan di lengkung alis matamu k …
- Diskusi ‘Di Lengkung Alis Matamu’ by WebAdmin (0 comments)
- Sabtu, 20 Januari 07, PUKUL 14.00 – 17.00 Buku puisi “Di Lengkung Alis Matamu” karya Johanes Sugia …
- Biar Kuterjemahkan by Johannes Sugianto (0 comments)
- biarkan kuterjemahkan matamu sebab tak ada yang lebih jingga dari segala kata di situ kugubah sebari …
- s@aT c!NtA by WebAdmin (12 comments)
- saat cinta itu datang biarkan dia memelukmu dengan hangat biarkan kau rasakan kelembutannya biarkan …
- Bulan sabit tak seindah senyummu by WebAdmin (2 comments)
- Lengkung di langit malam Inspirasi beribu tahun Menjadi dewa bermasa-masa Lengkung selepas bagaskara …
- catatan yang seharusnya tanpa nama. by dwiky arifian (2 comments)
- Aku sadar kini bukan rintik hujan yg menemaniku. Hanya segelas air yg mulai membeku. Dan kini tambah …
- sebungkus trasi bau by 3simbol (0 comments)
- Seraut wajah luka sepi Sepi lonceng tertampar mati Mati sekejap menjerit-jerit lelah Lelah trbiasa t …
- Melati itu juga akan punah by Wimfi Three hady Irawan (0 comments)
- biarkan mentari bernyanyi biarkan mereka menari dalam kalut kabut yang tak mau enyah biarkan pekat b …
- Elemen dalam duniaku by enduu (0 comments)
- Hadirmu bagai angin Yang datang tuk segarkan hari-hariku Namun datang tuk sekejap saja. Hadirmu baga …
- Elemen dalam duniaku by enduu (1 comments)
- Hadirmu bagai angin Yang datang tuk segarkan hari-hariku Namun datang tuk sekejap saja. Hadirmu baga …
Last 5 posts by WebAdmin
- Nak, Belajarlah Untuk Mengerti Luka - May 10th, 2011
- Kumuntahkan Dalam Bahasaku - May 10th, 2011
- Angan Di Pelupuk Mataku - May 10th, 2011
- Selembar Anganku Melambai Ringan - May 10th, 2011
- Sekerat Mimpiku - May 10th, 2011



(8 votes, average: 3.88 out of 5)
{ 10 comments… read them below or add one }
puisi pemula yg lumayan, awalnya saya pikir dmkian tp stlh baca2 karya lainnya saya salah. puisi2nya miskin variasi, kosmetik, gagal menghidupkan ungkapan2 abstrak yg ingin dibendakan, eksploitasi emosi terus2an yg bikin mual, makin banyak tulisan yg dibaca makin terasa membosankannya. oh sudah bikin buku? saya pasti tidak akan membelinya.
#1 Fay, apakah kamu memiliki karya ?
terima kasih, fay. saya ingin membaca karyamu, agar bisa menulis kata-kata yang bisa menyembuhkan mual. bolehkah?
salam,
Yo
saya suka dengan puisi ini
nyejukin bgt dch…..
halo,imah. puisi kamu bagus. tapi kalo kamu buat puisi yang dapat menyatukan antara benci dengan cinta. mungkin lebih menarik. . so terus berkarya
thanks yustiana & gadizz. salam kenal..
Bagus, mungkin ada beberapa baris pemanis yg yg membuat aliran maknanya tersendat, tp tetep bagus kok..
eh comentku kok susah masuk ya?
Fay, keahlian mencelamu lebih tinggi daripada keahlianmu dalam berkarya. Grow up man…
puisi yang dibuat sama imah bagus kok,tapi knpa ada yg nyela sampai segitunya ya??padahalkan fay ga nunjukin sesuatu yg ngasih arti bahwa karyanya lebih baik dari imah….
iya nggak???