Submit web puisi anda ke direktori PUISI.org di SINI

Ga mau jadi kontributor, tapi ingin kirim puisi ? Kirim di SINI
Free blog @ Sajak.NET, silakan DAFTAR

Kabarkan Padaku

by Johannes Sugianto on February 28, 2007

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

pastilah terselip di halaman buku
rindu yang sering kau terima
entah saat matahari baru merekah
atau senja yang beranjak tenggelam

pernahkah kau cari
lembaran yang berisi sunyi
kau bersihkan dari debu
dan lipatan yang kaburkan isi

sedang rindumu tetap ada
kusimpan rapi di almari jiwa
nanti jika kau datang lagi
bisa kau baca ulang
biar tahu apakah masih ada
rindumu ataukah perlahan hilang

jika lembaran rinduku
kau temukan kembali
kabarkan padaku

tolpgi, 270207

Similar Posts:

    Kabarkan by raihana ziva (0 comments)
    Dalam kau terbuai di alam mimpi Tenang Mempesona.. …
    i know you by heart by WebAdmin (0 comments)
    Aku tuliskan namamu Dan kusimpan rapi di sudut hat …
    Sahabat by sonyputra (0 comments)
    aku ingin kembali pada malam yang kemarin pada mal …
    Jujurlah Padaku! by WebAdmin (4 comments)
    Jika sekiranya kau bukan lagi bagian dari taman ka …
    Aku Tak Mungkin Kalah Sepertimu by WebAdmin (0 comments)
    Sudahkah kau kabarkan pada pualam tentang juntai-j …
    Pagar itu Bernama Ayah by WebAdmin (0 comments)
    angin puting beliung telah menerpa rumahku, keding …
    AYAH by ngurah (4 comments)
    Kau tampak lusuh dan berdebu Ruat-ruat garis hitam …
    Linear by oliviawijaya (0 comments)
    Waktu berganti masa berlalu Sekedar berkelana tap …
    Tanpa Judul by WebAdmin (0 comments)
    Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat u …
    Elegi Dua Hati by WebAdmin (0 comments)
    Dari kaca jendela matamu kutemui bayang wajahku In …

Last 5 posts by Johannes Sugianto

Like this post? Post Comment, Subscribe RSS

{ 13 comments… read them below or add one }

1 WebAdmin February 28, 2007 at 2:24 pm

Wah om Yo ikut posting disinih, makasih yah om :)

ReplyReply
2 yustha March 22, 2007 at 3:16 pm

pernah kubikin puisi serupa..
ketika rinduku terhalang samudra…
aku menyimpannya..
dan akan kusajikan padanya ketika dia datang…
meski sampai kini dia tak kunjung datang…

ReplyReply
3 ArA_89 May 18, 2007 at 11:25 am

askum..seperti yg kita tahu penantian itu merupakan suatu penyeksaan..entah bila akan berakhirnya penantian itu namun dalam tanpa kita mencari penantian itu takkan erakhir..seperti cinta tanpa dicari dan mencari pasti cinta itu takkan datang begitu jua sebuah penantian..tapi jangan kerna sebuah penantian kita sanggup mengorbankan kehidupan kita..tak semua panantian akan barakhir dgn keinginan dan tidak semua keinginan kita itu akan tercapai..ingatlah dalam kita menanti sesuatu itu pasti ada seseorang juga menanti kita dalam diam..jgn kerna penantian kita mengorbankan hati dan cinta kita pada sesuatu yg tidak pasti akan berlaku..bertawakal lah dan petunjuk padaNYA agar anda mandapat jawapan yg pasti…

ReplyReply
4 guse May 28, 2007 at 3:44 pm

kabarkan padaku…..
rindu menusuk kalbu….
aku cinta….
sampai ujung waktu

ReplyReply
5 cikampek June 4, 2007 at 10:54 pm

askum..seperti yg kita tahu penantian itu merupakan suatu penyeksaan..entah bila akan berakhirnya penantian itu namun dalam tanpa kita mencari penantian itu takkan erakhir..seperti cinta tanpa dicari dan mencari pasti cinta itu takkan datang begitu jua sebuah penantian..tapi jangan kerna sebuah penantian kita sanggup mengorbankan kehidupan kita..tak semua panantian akan barakhir dgn keinginan dan tidak semua keinginan kita itu akan tercapai..ingatlah dalam kita menanti sesuatu itu pasti ada seseorang juga menanti kita dalam diam..jgn kerna penantian kita mengorbankan hati dan cinta kita pada sesuatu yg tidak pasti akan berlaku..bertawakal lah dan petunjuk padaNYA agar anda mandapat jawapan yg pasti…

ReplyReply
6 gio June 15, 2007 at 3:42 pm

bagus juga puisinya, sederhana tapi cukup menusuk..

ReplyReply
7 HarmonyWords June 19, 2007 at 1:08 am

Jujur saja,…bagus banget. Applause…
Pilihan katanya tdk dimanis – manisin, tdk dipusi – puisiin, tapi terangkai dgn sempurna. Deep n sweet…

ReplyReply
8 vic June 24, 2007 at 4:14 pm

hmn..bagus…terinspirasi karena apa ? n siapa ?….
dalam…ku jadi penasaran sama karakter orangnya…karena bagiku seseorang yang menyukai n pandai membuat puisi adalah orang yang sedikit berbeda…

ReplyReply
9 Johannes Sugianto July 6, 2007 at 11:53 am

vic – thanks, aku orangnya biasa saja kok. lelaki sederhana yang suka kata-kata, dan mencoba menuliskan apa adanya.

silahkan berkunjung ke gubukku http://www.blue4gie.com

salam,
Yo

ReplyReply
10 Firman December 6, 2007 at 10:10 am

Bagus sangat puisi ini…
sungguh dalam isi kandung nya
syabas .. dan karya lah puisi2 yg berpotensi

puisi bersikap kedamaian
di ruang kehidupan manusia
mendakap ihsan dikala
kesedihan melanda batin
tersiksa

ReplyReply
11 ana ratu January 25, 2008 at 9:55 am

sederhana menyentuh dengan sempurna
tak terpejamkan meresap dengan indahnya
tak tergetarkan menghujam dengan manis

aku mo minta ijin ma penulisnya buat disalin ke blog ku,
terimakasih

terbisukan dalam-dalam
terbataskan pada kata-kata

ReplyReply
12 nayya February 2, 2008 at 1:52 pm

Andaikan ku tahu kl kau merindukanku..
dimanakah rindu itu yang selama ini kau agung-agungkan??
Kabarkan padaku :D
mmm….simple n ndalem, maybe sesederhana orngnya kali yah…

ReplyReply
13 andhika September 18, 2008 at 8:54 pm

no coment lah…
aku cuma bisa berkata…
cinta selalu hilng bagai debu…
hilang dengan sebuah hembusan angin…

ReplyReply

Leave a Comment



Previous post:

Next post: