Besok — Pagi pagi Sekali
(Surat Untuk Suamiku)
Bisakah kau jemput aku besok. Pagi pagi sekali. Sebelum matahari
beranjak dari peraduan di ufuk timur. Sebelum serombongan laki laki
berbaju putih bersih berdatangan ke surau untuk sembahyang dan
mengaji. Sebelum para ibu sibuk menyiapkan sarapan dan baju baju
untuk anak anak dan para suami.
Lupakan namaku. Lupakan namamu. Lupakan jiwa jiwa yang telah
menorehkan luka di dada. Lupakan segala aturan yang membelenggu
langkah dan meredam setiap asa. Kita tinggalkan Jakarta dengan
pesawat paling pertama.
Siang nanti kita akan saling mengikat janji. Di lepas pantai yang
sunyi dengan sekumpulan camar camar putih sebagai saksi abadi.
Dibawah restu Sang Pemilik Bumi kita menikah. Selembar puisi yang
kau tulis dengan keikhlasan hati akan menjadi maskawin terindah yang
akan kubawa hingga saat ku mati.
Akan kita bangun peristirahatan mungil beratapkan ranting ranting
anggrek dengan dinding dinding yang berhiaskan kelopak kelopak putih
ungu agar semerbak wanginya dapat terus mengharumkan cinta yang
terlanjur karam di dada.
Akan kulahirkan Aditya dan Nadya. Si kembar buah cinta sejati kita
yang terlahir dalam pelukan bumi yang damai dan semesta yang telah
berjanji untuk selalu menjaga mereka. Bocah bocah lucu yang akan
menemaniku disaat kau sibuk menggeluti garis nasib dan menjadi
pengobat lelahmu saat senja membawamu kembali pulang.
Sayang, aku tunggu kau untuk menjemputku besok. Pagi pagi sekali
edelweis, January 2007
author: edelweisjingga@….
Similar Posts:
- sahabat by oebay (0 comments)
- tiga tahun..membenamkan kisah anak adam..saat gejolak hidup mengalir hangat,membuai jiwa-jiwa yang e …
- songkok haji dan baju koko by WebAdmin (2 comments)
- Tergesa berlari mendahului mentari pagi Bangun lebih pagi Mandi lebih cepat Berjalan seperti berlari …
- Senyum Di Pagi Januari by katjha (1 comments)
- “Selamat pagi” Engkau berucap padaku lirih tapi dengan senyum manis. Sejenak sepi, kemudian aku meny …
- keluarlah by irsyad.zaki (0 comments)
- Keluarlah, ayo lihat dunia! Bukan melulu termangu di kursimuKita lupakan singgasana dan nama baik Ke …
- Kampung Mantra by wizurai (3 comments)
- ‘Pedang’ meladang parang ‘kapak’ menapak tapak ‘galah’ membelah kalah ‘bocah’ memecah lincah ‘kampun …
- ANAK by WebAdmin (0 comments)
- Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perih …
- Aku Ingin Sekali Lagi by camane (0 comments)
- Aku ingin sekali lagi menjadi makmum sholatmu mengamini setiap Alftihahmu meyimak setiap lafaz ayatm …
- Untukmu Kekasih by Safira (0 comments)
- Raga Banyak hal telah kaulalui Banyak yang telah terjadi Dari kanak-kanak, muda, beranjak dewasa Jiw …
- Rasa ini by WebAdmin (0 comments)
- Anak hawa yang tercipta untukku kini telah datang Walau telah sekian lama aku meniti jejak ke suatu …
- ESOK NANTI (kesandung mendung bag.2) by wizurai (1 comments)
- Baca sajak sebelumnya, ‘Buah hati (kesandung mendung bag.1)’ Bocah berulah datang menodong Tagih jan …
Last 5 posts by WebAdmin
- Nak, Belajarlah Untuk Mengerti Luka - May 10th, 2011
- Kumuntahkan Dalam Bahasaku - May 10th, 2011
- Angan Di Pelupuk Mataku - May 10th, 2011
- Selembar Anganku Melambai Ringan - May 10th, 2011
- Sekerat Mimpiku - May 10th, 2011




{ 3 comments… read them below or add one }
anda sedang bahagia…..? mungkin saja demikian.
tersusun indah cerita impian mu..
knalan dong ama si empunya yg bikin nih puisi……