Olenka

by WebAdmin on December 14, 2006

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Olenka, seperti apa rindu yang ada didada,
apakah bagai titik api yang mendidih ?
ataukah layaknya bongkahan salju yang membeku ?

Olenka, jejak langkahmu tertimbun duka
sementara lara adalah jalan yang kau tempuh
kau coba melangkahi derita yang menghalang
di perjalanan yang tak tentu arah…

Olenka, tiada resah yang tergambar di wajahmu
saat sesungging senyum menghiasi sudut-sudut bibirmu
walau tatap sendu itu tak pernah tanggal
dari sorot bening kedua bola matamu…

Olenka, haruskah jiwamu meradang ketika hati terkoyak….?

Jakarta, 11 December 2006.

Author : A.F. Lioe (flioe04@….)

Similar Posts:

    PUISI by cibinong (0 comments)
    pemabuk di pelukan pelacur jalanan tabungkan keping-keping dosa tuk akhir zaman gadis kecil berbusan …
    Bertukar Bayang by katjha (0 comments)
    Mari, berdiri tegak saling berhadap, saling tatap dan mematutkan senyum untuk kita dapat mengenali p …
    tentang 22 Desember by S Aman BS (0 comments)
    “untuk dik Yun” suatu kali kau merajuk saat sebuah tanggal terlewatkan suatu kali kau bersedih saat …
    Kau Menungguku Membatu by WebAdmin (0 comments)
    waktu lapuk kita masih terduduk empuk sudut malam yang kian pudar bibirmu yang mekar dikecup mimpiku …
    CINTA DAN RASA by WebAdmin (1 comments)
    Aku mencintai masa lalu ku Aku mencintai cinta pertama ku Segenggam cinta yang tak pernah tesampaika …
    Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia by WebAdmin (0 comments)
    Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan Amara …
    Pesan Cinta Yang Dititipkan Kepada Seekor Anjing by katjha (0 comments)
    Diam … bukan karena hening dan tak sanggup untuk riuh Diam … karena tak mampu wicar menanggung k …
    Di Labirin Kehidupanmu by DEWI NURIA K. (0 comments)
    Aku singgah sejenak di labirin kehidupanmu coba cari jejak yang kautinggalkan, pada titian smakin be …
    Saat Kau Miliknya by WebAdmin (0 comments)
    waktu lapuk kita masih terduduk empuk sudut malam yang kian pudar bibirmu yang mekar dikecup mimpiku …
    Perempuanku, Ikutlah Kau Kucuri by Pandeka Merah (0 comments)
    Malam agustus bulan membeku Mengunyah malam yang jadi sunyi Aromamu membius musim yang sendu Wahai p …

Last 5 posts by WebAdmin

Leave a Comment



Previous post:

Next post: