Archive for December, 2006

mEnCinTaimU aDaLaH Luka baGikU..

Seperti senja yang tergantikan pekat malam
Mencintaimu hingga kini adalah berjalan di atas luka
mencari - cari sekedar obat pengalis hati
mencintaimu hingga kini adalah mengikat diri
dingin tak terperi menahan raga ku tak bisa berlari

Entah indah, entah salah
karna mencintaimu adalah ego ku yang menyembah kaki amarahmu
karna mencintaimu adalah menghalalkan segala jenis dusta-dusta dari mulutmu

Padahal mencintai ku mungkin tak pernah kau lakuakn
meski salah, dusta kadang tampak indah
kau rajutkan pelangi semu di hari berwarna abu-abu
kau gantungkan asa
hingga aku nyaris mati disana…

Puisi cinta dari : cimOeTz dikirim pada tanggal  10 Dec 2006

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku diantara mereka

Ketika mereka berbicara tentang cinta,
Aku hanya bisa diam membisu

Ketika mereka bicara tentang kesempurnaan,
aku hanya bisa memejamkan mata

Ketika mereka bicara tentang dosa,
Aku hanya bisa tertunduk malu

Ketika mereka tertawa terbahak- bahak,
Aku hanya bisa menyunggingkan senyum

Ketika mereka ramai membicarakan hari esok,
Aku hanya bisa memalingkan wajah

…………………………………………

Ketika mereka berhenti mengoceh tentang omong kosong,
Ketika mereka berhenti berpikir diluar logika,
Ketika mereka diam termangu,

Aku langsung berdiri
lalu beranjak pergi
tanpa permisi.

-Senin sore di kamar jingga-

author: Geishandra [sandra_bush@........]

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.5 out of 5)
Loading ... Loading ...

syahwat sang kyai

demi fatima demi aisyah dimulyakanlah engkau, nyai
maka ikhlaskan aku menikah lagi

hendaknya pandang aku padanya tak jadi zinah
rindu aku padanya tak jadi khianat
karena sesungguhnya cintaku padamu tak pernah berbagi
hanya saja syahwat ini, nyai
tak bisa ditumpulkan oleh wudlu oleh lilitan sorban oleh alif ba ta sa
supaya tak setiap menjelang sembahyang malam kau turunkan kerudung
supaya tak setiap menjelang sembahyang malam kau junub
supaya aku tahu sedalam apa taqwamu
supaya aku maklum sedalam apa kesetiaanmu
maka ikhlaskan aku menikah lagi
demi sunah demi barokah demi umah

berdua kita berjuang telah
berdua kita tirakat telah
berdua kita bermenang telah

karena aku guru maka digugu dan disaru
karena aku mursid aku darwis maka setiap tindakanku adalah pahala
maka ikhlaskan aku menikah lagi
maka amalku adalah amalmu

ikhlaskan aku menikah lagi, nyai
karena kewajiban adalah wajib maka aku tak akan lalaikan kewajiban
lalu engkau akan berbagi kewajiban sementara aku memberikan kewajiban
maka di antara kewajiban-kewajiban itu diwajibkan pula atasku untuk
berkewajiban pada yang menjadi kewajibanku

nawaitu
aku nikahi

suhudugly.

 

atuhor : usepsuhud

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2 out of 5)
Loading ... Loading ...

Merindu bidadari kecil

kau pasti tahu
aku terpenjara di antara bulat 2 bola matamu

kau pasti tahu
tawa kecilmu mendera mimpi-mimpi malamku

aduh sayang, aku lara dalam rindu

termangu di lentik mata, ikal rambut mayang
dan sayap kecil putihmu

tring-tring…
tongkatmu menaburkan bintang-bintang kecil
menyihir lamunan ayah memendar canda kita

tring-tring…
sayang,
kapan kamu terbang ke perut ibumu?

kamu tertawa riang lagi
menarik lenganku ke kumpulan awan

tring-tring….
mataku terbuka
terbangun dari mimpi

gadis kecilku

ayah lara dalam rindu

Epri Tsaqib Desember 2006
Do’akan ya, anak ketiga saya perempuan :)

http://epriabdurrahman.multiply.com/reviews/item/27

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...

Olenka

Olenka, seperti apa rindu yang ada didada,
apakah bagai titik api yang mendidih ?
ataukah layaknya bongkahan salju yang membeku ?

Olenka, jejak langkahmu tertimbun duka
sementara lara adalah jalan yang kau tempuh
kau coba melangkahi derita yang menghalang
di perjalanan yang tak tentu arah…

Olenka, tiada resah yang tergambar di wajahmu
saat sesungging senyum menghiasi sudut-sudut bibirmu
walau tatap sendu itu tak pernah tanggal
dari sorot bening kedua bola matamu…

Olenka, haruskah jiwamu meradang ketika hati terkoyak….?

Jakarta, 11 December 2006.

Author : A.F. Lioe (flioe04@….)

Popularity: 2% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1 out of 5)
Loading ... Loading ...