Romantisme Hujan


Puisi ini ditulis oleh pada
14 November 2006 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Mendekatlah sebentar…
Hujan memenjarakan rasa dalam gigil
Angin meronakan puitika atas tiap tetesnya bersenggama dengan bumi

Taut tanganmu adalah hangat
tatap dalam kerudung matamu adalah kelambu nyaman dalam imaji
beradu dalam jejasjejas lebam
retaknya nampan kaca di sudut siulan angin

Hujan menghapus hilangkan warnawarna
merah menjadi palsu
hitam menjadi legam
putih menjadi sebenarbenarnya hilang

Mengertikah kau akan tawaran malam
atau sempatkan membuat strategi langkah yang produktif bersama hujan
lalu siapa yang menghantam bulan hingga bersembunyi kecut di balik
awan menghitam yang murka
tidak lagi indah kah…??
jangan, biarkan hujan berhenti sebentar, dari kita akan kembali
menyusun hidup

mari mendekat kekasihku
jangan hilangkan tahtamu daripada ku
jika hidupnya cinta adalah kau
maka hujan esok hari tak lagi kunanti
ketika esok kau tak lagi di sini…

PangeranTanpaIstana

Torehan puisi-puisi lainya :

    Puisi bumi kepada matahari by WebAdmin (0 comments)
    Hey mentari pagi…mengapa kau bersembunyi di balik awan hitam? Apakah kau tidak tahu aku merindukan …

    Tinggalah Aku by Pratama Arjuna (0 comments)
    ketika ku buka mata di awal hari ta kurasa percik embunmu lagi untuk sejukkan mata hatiku ketika ku …

    Hariku by Pratama Arjuna (0 comments)
    ketika ku buka mata di awal hari ta kurasa percik embunmu lagi untuk sejukkan mata hatiku ketika ku …

    Hujan by anak_hilang (1 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim Hari mulai hujan terus Didahului dengan langit …

    HUJAN by anak_hilang (3 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim, Hari mulai hujan terus, Didahului dengan lang …

    menunggumu by WebAdmin (0 comments)
    hujan meniupkah buliran-buliran airnya angin menghembuskan udaranya aku duduk disini menunggumu mata …

    kekasih di seberang by puisi.indonezia.net (0 comments)
    kekasih di seberang jiwaku adalah jiwa seorang perindu yang teramat menginginkan kekasih kekasih, ba …

    I.L.U by bugi santoso (0 comments)
    Mencintamu dengan seluruh hatiku, membuat aku bahagia. Membawamu terbang tinggi bersama peri kita &a …

    Pencuri Hati by wizurai (0 comments)
    saat berlalu gerimis di waktu pagi denting gelas gelas kaca pada jantung yang berdetak ada perempuan …

    Gaun Putih Berenda by WebAdmin (0 comments)
    Ayah, bila senja menjelang nanti akan kukenakan gaun putih indah berenda-renda dan bertabur mutiara- …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bunga Matahari

Leave a Reply